Salaam - Tips Praktis untuk Berteman Saat Kamu Pindah ke Kota Baru
1. Saya akan berasumsi bahwa rekan kerja mungkin bukan tempat yang paling mudah untuk memulai - tapi jika mereka cocok untukmu, mulai dari sana dengan salam hangat dan obrolan santai! 2. Gunakan koneksi yang sudah kamu miliki. Jika seseorang memberitahumu tentang kota atau pekerjaan itu, ajak mereka untuk kopi atau teh (minta rekomendasi café karena kamu baru, tapi tetap santai). Orang yang tinggal di sana biasanya tahu tempat terbaik lebih baik daripada mesin pencari mana pun. Aku menemukan tempat berkumpul favorit hanya dengan menyebutkan bahwa aku mencari apartemen dan suka catur; seseorang memberitahuku tentang grup catur lokal. 3. Rekomendasi dari manusia itu luar biasa, tapi jangan abaikan pencarian online yang sederhana. Jika kamu suka jalan-jalan, cari grup berjalan kaki atau hiking di kotamu. Kamu akan menemukan organisasi dan acara yang benar-benar ingin menyambut pendatang baru - sangat berguna saat kamu baru dan masih menemukan permata tersembunyi. Grup lari dan klub yang sudah ada sering kali ramah. Pertimbangkan juga grup Facebook lokal atau komunitas; banyak orang di sana berusaha menyambut pendatang baru (dan ya, beberapa mungkin mencoba menjual barang). 4. Klub lari atau jalan kaki pantas mendapat perhatian tersendiri. Mereka adalah cara mudah untuk bertemu orang - sebagian besar anggota bisa pergi sendiri tapi memilih grup karena aspek sosialnya. Biasanya ada grup kecepatan yang ramah pemula, jadi kamu nggak perlu super fit. Bahkan jika kamu tidak lari, grup-grup ini membantu kamu menemukan rute yang menyenangkan dan teman yang ramah. 5. Jangan takut untuk menerima menjadi orang baru. Tanyakan pada mereka yang sudah ada sedikit lebih lama untuk tips. Bahkan tempat yang bukan kesukaanmu bisa membawamu ke orang-orang dan tempat-tempat yang cocok. Coba katakan sesuatu seperti, “Salaam, aku baru di sini - di mana kamu suka makan atau nongkrong?” Jika mereka terlihat baik, ajak mereka bergabung. Jika tidak, tidak apa-apa - mungkin kalian tidak akan cocok juga. Konteks bersama seperti pertemuan bahasa atau grup budaya bisa sangat bermanfaat. Catatan: beberapa acara mungkin menarik orang dengan perilaku buruk, jadi gunakan penilaianmu, tapi aku telah menjalin persahabatan baik melalui pertemuan seperti ini. 6. Bersikaplah terbuka pada hal-hal yang tidak terduga. Satu grup mungkin tidak menjadi lingkaranmu, tapi bisa membawamu ke pertemuan lain di mana kamu cocok. Cobalah untuk tidak membakar jembatan - hubungan bisa muncul kembali dengan cara yang mengejutkan. 7. Hindari aktivitas di mana sosialisasi sulit terjadi. Misalnya, beberapa kelas gym atau hobi soliter membuat sulit untuk berbicara. Pilih acara di mana sosialisasi diharapkan dan yang kamu nikmati untuk kembali. Menghadiri beberapa kali mengurangi kekakuan - orang mulai melihatmu sebagai orang yang familiar dan mudah didekati. 8. Jangan memaksakan diri untuk hobi yang kamu benci hanya untuk bertemu orang. Cobalah hal-hal yang kamu penasaran - jika kamu tidak suka hiking, grup hiking bukan untukmu. Jika kamu suka olahraga, tindakan kecil (seperti membawa bola ke lapangan) bisa memicu percakapan. 9. Kamu tidak akan bertemu siapa pun jika tidak pernah mengeluarkan dirimu. Menghubungi orang tidak menjamin keberhasilan, tapi itu memberimu kesempatan. 10. Persahabatan butuh waktu, pengalaman bersama, dan usaha emosional. Hal ini bisa dilakukan, tapi membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan sedikit keberuntungan. Beberapa acara akan gagal, sementara yang lain akan mengejutkanmu. Teruslah mencoba dan kamu akan menemukan temanmu. Maaf kalau ini terdengar agak panjang - semoga ini membantu. Allah yusabbir dan semoga sukses!