Salaam - Islam masuk akal bagi pikiranku, tapi hatiku merasa ragu. Apakah itu tanda untuk tidak menerimanya?
Assalamualaikum - Saya dibesarkan dalam lingkungan Katolik tapi kepercayaan saya di sana gak pernah terlalu kuat. Kadang-kadang saya merasa ada Tuhan atau semacam kekuatan yang lebih tinggi, di lain waktu saya ragu. Baru-baru ini saya udah membaca tentang Islam dan banyak yang masuk akal buat saya. Saya juga nonton video yang mengkritiknya, dan kebanyakan argumen-argumen itu gak meyakinkan saya, kecuali saat mereka bicara tentang bagaimana perlakuan terhadap wanita - bagian itu benar-benar membuat saya tidak nyaman. Saya kesulitan memahami ide menutupi sebagian besar tubuh karena godaan. Kenapa sih dianggap salah banget melihat lengan atau kaki seseorang? Saya paham kekhawatiran tentang belahan dada atau keterbukaan yang terlalu eksplisit, tapi di luar itu saya gak sepenuhnya ngerti maksudnya. Begitu juga, saya dengar kalau wanita dianjurkan untuk shalat di rumah daripada di masjid - itu terasa aneh bagi saya. Selain itu, soal pemisahan gender: apa ini kayaknya cuma buat menghindari godaan? Bukankah masyarakat seharusnya mencari keseimbangan dan saling memahami antara pria dan wanita daripada memisahkan mereka? Apa pemisahan sebenarnya hanya bikin orang lebih penasaran tentang gender yang lain? Saya sadar ini mungkin mengurangi beberapa godaan, tapi kalau seseorang mau mengkhianati kepercayaan, bukankah mereka bakal melakukannya meskipun dipisahkan? Ini adalah pertanyaan yang jujur - saya pengen belajar lebih banyak dan memahami kebijaksanaan di balik praktik-praktik ini. Saya juga khawatir saya mungkin meyakinkan diri sendiri untuk menerima Islam karena pacar saya Muslim. Dia mengakui hubungan mereka sebelum menikah tuh gak boleh, tapi kadang-kadang dia bilang, bagaimana kalau Tuhan memang mempertemukan kita supaya dia bisa memandu saya ke Islam. Terlepas dari hubungan pra-nikah itu, dia kayaknya mengikuti nilai-nilai Islam dan adalah orang yang baik. Itu bikin saya mempertanyakan niat saya. Sebagian besar hal lain masuk akal bagi saya - peran, aturan warisan, wawasan ilmiah yang saya temui, dan lain-lain. Tapi hati saya terasa ragu. Apa ini berarti saya gak dimaksudkan untuk memeluk Islam sekarang? Haruskah saya menunggu sampai hati saya merasa yakin? Sementara saya berjuang dengan ini, sebuah ayat terlintas di pikiran tentang hati yang bertanggung jawab atas persepsi. Kalau ada yang bisa berbagi nasihat lembut, pengalaman pribadi, atau sumber yang menjelaskan tujuan di balik pakaian yang sopan, pedoman interaksi gender, dan peran wanita dalam masyarakat dari sudut pandang Islam, saya benar-benar menghargainya. JazakAllahu khair.