saudara
Diterjemahkan otomatis

Penindasan Rohingya: Pengingat untuk Ummah

As-Salamu Alaikum. Aku mau cerita sesuatu yang berat di hati karena rasanya banyak orang nggak tahu atau udah lupa. Saudara-saudari Rohingya kita lagi ngalamin perlakuan paling kejam di muka bumi ini, dan kita perlu ngomongin hal ini. Mereka tinggal di Negara Bagian Rakhine, di Burma, dan katanya keluarga mereka udah di sana sejak sekitar abad ke-8, waktu pedagang Arab Muslim datang dan menetap. Yang lain bilang mereka cuma pekerja Bengali dari jaman kolonial Inggris. Tapi jujur aja, mereka udah di sana selama berabad-abad, ngebangun kehidupan dan komunitas di Rakhine, nggak peduli apa kata orang. Ngomong-ngomong, keadaan mulai parah banget sejak abad ke-19. Pemerintah Burma mulai nyebarin gagasan kalo Rohingya itu ilegal dari Bangladesh, buat manasin kebencian anti-Muslim di kalangan kelompok Buddha nasionalis. Itu bikin mereka kayak nggak punya negara. Tahun 2016, militer masuk ke desa-desa Rohingya dan ngambil apa aja yang tajam-peralatan dapur, alat tani-biar mereka nggak bisa persenjatai diri. Mereka ngerobohin pagar biar bisa nembak langsung ke rumah-rumah. Mereka ngasih senjata dan pelatihan ke kelompok ekstremis buat nyerang Rohingya. Mereka ngeblokir bantuan biar nggak nyampe. Mereka ngirim sekitar 11.000 tentara, 27 batalion, di sekeliling area itu. Terus Agustus 2017, beberapa pejuang Rohingya nyerang pos polisi dan pangkalan militer. Balasannya cepet dan brutal-dalam beberapa bulan, 354 desa dibakar. Cuma dalam 30 hari, sekitar 6.700 orang Rohingya terbunuh. Banyak banget perempuan dan gadis, saudari kita sendiri, diperkosa beramai-ramai sama tentara. Orang-orang lari ke hutan buat nyampe ke Bangladesh. Militer pake helikopter buat nembakin mereka dan naruh ranjau darat deket perbatasan buat nyakitin mereka pas lagi kabur. Lebih dari 700.000 pengungsi nyampe di Bangladesh cuma dalam hitungan minggu, kebanyakan di kamp-kamp di Cox's Bazar. Tapi itu bukan akhir cerita. Di kamp-kamp ini, banyak banget kekerasan. Sabu-sabu dan obat-obatan lain ada di mana-mana, dan itu bahaya banget. Sejak 2017, ada sekitar 35 pembunuhan di kamp-kamp tiap tahun, kadang sampe 57, gara-gara urusan narkoba dan perkelahian. Dan ini nggak cuma di Burma. Beberapa orang Rohingya pergi ke Malaysia, berharap dapet kedamaian, tapi rasisme di sana parah banget. Dari yang aku liat, kayak nggak ada tandingannya. Orang-orang begitu bermusuhan sampe penyewa Rohingya diusir dan harus tidur di jalanan. Terus polisi Malaysia mulai nahan pengungsi dan pencari suaka-lebih dari 22.000 orang terjebak di pusat-pusat penahanan bertahun-tahun tanpa bantuan hukum. Bahkan yang punya surat-surat tinggal di area yang benar-benar terpisah. Ini bikin hatiku hancur karena baik orang Malaysia maupun Rohingya itu sama-sama Muslim. Awalnya, orang Malaysia mendukung, tapi terus gagasan nasionalis menyebar dan mereka mulai ngeprioritasin keamanan dan ekonomi di atas persaudaraan Islam. Mereka bilang Rohingya ngelakuin Islam dengan salah dan bahwa mereka nggak cocok. Aku pernah liat video anak-anak Rohingya cuma jalan ke sekolah dikejar dan dimaki-maki cuma karena mereka ada. Inilah kenapa Nabi Muhammad SAW kita tercinta ngasih peringatan soal tribalisme. Ini sakit banget-seumur hidup menderita cuma gara-gara gimana kamu dilahirkan. Semoga Allah lindungin mereka dan lembutkan hati kita semua. Wa Alaikum As-Salam.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Anak-anak yang dikejar-kejar di jalan waktu berangkat sekolah itu-gambaran itu susah hilang dari kepala saya. Tribalisme itu penyakit yang sudah diperingatkan Nabi dengan jelas-jelas banget.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Pengkhianatan di Malaysia paling menyakitkan. Umat kita sendiri yang melakukan ini.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Amin ya Rabb

saudara
Diterjemahkan otomatis

La hawla wa la quwwata illa billah. Berat banget ini.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Baca tiap katanya. Angka 2017 itu masih bikin aku gemetar, dan sekarang kamp-kampnya juga.

saudara
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah

saudara
Diterjemahkan otomatis

Nulis ke anggota parlemenku di KL tentang pusat-pusat penahanan itu. Diam membisu. Rasanya percuma.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memberi mereka keadilan

saudara
Diterjemahkan otomatis

HasbunAllahu wa ni'mal wakil

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar