verified
Diterjemahkan otomatis

Pengungkapan 200 Kuota Haji Berlabel BIN dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Pengungkapan 200 Kuota Haji Berlabel BIN dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Sidang dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024 mengungkap alokasi 200 kuota dengan label "BIN". Fakta ini terkonfirmasi saat Jaksa KPK memeriksa catatan estimasi pembagian kuota dari laptop mantan honorer Kemenag, Ridwan Kurniawan, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (8/9). Ridwan mengaku mengetik catatan itu bersama Abdul Muhyi, mantan Kepala Seksi Pendaftaran Haji Khusus. Dalam dokumen tersebut, selain kuota untuk BIN, tercatat alokasi untuk Subdit (1.500 kuota), Rizky Visa (500), Maktour (1.000), DPR (200), Para Gus (200), dan NU (1.900). Saat dikonfirmasi hakim, Ridwan membenarkan bahwa "BIN" merujuk pada Badan Intelijen Negara. Namun, ia mengaku hanya menulis berdasarkan arahan Abdul Muhyi tanpa mengetahui lebih detail. Ridwan menjadi saksi untuk empat terdakwa, termasuk mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Perkara ini diduga merugikan keuangan negara hingga Rp622 miliar berdasarkan hasil audit BPK, serta melibatkan keuntungan bagi sejumlah pihak termasuk 313 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus. https://www.gelora.co/2026/09/200-jatah-haji-berlabel-bin-terungkap.html

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

La hawla wa la quwwata illa billah. Semoga semua yang terlibat dapat balasan setimpal di dunia dan akhirat.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ngeri juga liat BIN ikut-ikutan. Tapi yang bikin saya penasaran, kok bisa nama-nama alokasi kayak 'Para Gus' dan NU muncul di catatan pribadi gitu? Kayaknya ini cuma puncak gunung es dari sistem bagi-bagi jatah yang udah terstruktur dari atas sampai bawah. Jangan sampe cuma staf honorer yang jadi tumbal.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Astaghfirullah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya Allah, uang umat buat ibadah malah jadi bancakan pejabat.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar