Renungan Soal Seruan Jihad 1914
Assalamu alaikum, saudara-saudari yang kusayangi. Hari ini aku mau bagi-bagi pikiran tentang satu kejadian bersejarah yang masih bikin orang berdebat-seruan jihad tahun 1914 dari Kesultanan Utsmaniyah. Tanggal 11 November 1914 (atau 29 Teşrin-i Evvel 1330 dalam kalender Rumi), Sultan Mehmet V bareng Fetva Emini mengumumkan perjuangan suci melawan kekuatan Entente. Itu semacam ajakan buat semua Muslim di mana pun buat berdiri di samping Kesultanan Utsmaniyah dan Blok Sentral, ngasih bingkai sebagai jihad lawan semua musuh Utsmaniyah, kecuali sekutu-sekutu mereka. Pengumuman itu isinya lima fatwa dari Sheikh-ul-Islam Ürgüplü Hayri Efendi dan didukung 29 ulama. Diterbitkan di Takvim-i Vekayi dan dibacakan di depan umum tanggal 14 November dekat Masjid Fatih, bikin kerumunan gede banget. Walau sempat nyalain semangat beberapa Muslim buat ikut perang, dampak keseluruhannya biasa aja. Pasukan Utsmaniyah udah kesusahan di Perang Dunia I-liat aja musim dingin 1914, waktu Ismail Enver Pasha bawa lebih dari 100.000 tentara ke timur buat lawan Rusia. Mereka perlengkapannya jelek dan gak punya baju musim dingin, banyak yang mati kedinginan di kondisi kejam itu. Kekaisaran Jerman nyoba ngembangin pengaruh jihad ini, bikin “Nachrichtenstelle für den Orient” tahun 1914 buat nyebarin propaganda Islam. Pas 1915, mereka udah buka Kantor Intelijen Kedutaan Kekaisaran Jerman di Istanbul, jalanin sampe 50 “Ruang Berita” di seluruh wilayah Utsmaniyah buat nyetak poster, selebaran, dan foto. Tapi Jerman bikin kesalahan gede: mereka kira Sultan Mehmet V itu pemimpin semua Muslim. Padahal, dia cuma Khalifah buat Sunni, bukan Syiah, dan wewenangnya dibatesin sama Komite Persatuan dan Kemajuan, soalnya dia itu raja konstitusional, bukan penguasa mutlak. Dorongan dari Jerman ini kayak bikin dua versi jihad. Versi mereka tujuannya narik pasukan Entente dari Front Barat dengan cara ngaduk pemberontakan, tapi gagal total-orang-orang gak mau tukeran kekuasaan Prancis atau Inggris dengan kendali Jerman. Jihad versi Utsmaniyah, di sisi lain, fokusnya nyatuin Muslim Utsmaniyah melawan Entente dan micu kerusuhan kecil di barisan musuh. Bahkan pas Pemberontakan Arab Juni 1916, kebanyakan orang Arab tetep setia atau paling enggak netral sama Utsmaniyah-pemberontakan itu malah jadi bencana mahal buat Kekaisaran Inggris. Ini jadi pengingat kalo niat sama hasil bisa beda jauh. Semoga Allah nunjukin kita buat belajar dari masa lalu. Sumber yang aku liat termasuk artikel detail soal jihad Utsmaniyah dan sedikit tambahan dari Wikipedia. JazakAllah khair udah baca.