Merefleksikan tentang Psikologi Islam dan Percaya pada Rahmat Allah
As-salamu alaykum. Belakangan ini, saya lagi tertarik sama psikologi Islam dan baca beberapa makalah - subhanAllah, agama ini memang berbicara ke hati dan menawarkan petunjuk. Saya nemu satu makalah yang bikin saya terkesan (saya nggak akan kasih linknya di sini, tapi gampang banget dicari kalau kalian penasaran) dan saya pikir, saya mau berbagi sedikit pemikiran untuk siapa pun yang berurusan dengan pikiran negatif atau merasa jauh dari Allah. Satu kutipan yang nempel di saya menggambarkan bagaimana Nabi Ibrahim (semoga salam untuknya) dilempar ke dalam api, tapi dia tetap punya kepercayaan positif kepada Allah sampai-sampai dia melihat api itu seperti taman bunga. Karena kepercayaan itu, api jadi dingin dan damai untuk dia (al-Anbiya: 69). Keyakinan semacam itu buat seseorang jadi kuat dan merasa dipeluk oleh Allah - yakin bahwa Dia akan melindungi mereka melalui cobaan. Cerita itu bikin saya mikir ulang tentang bagaimana kita memandang kesulitan dan hubungan kita dengan Allah. Kalau kamu bergulat dengan pesimisme atau khawatir mungkin Allah tidak peduli, renungkan contoh Ibrahim: dia percaya duluan, dan keyakinan itu mengubah pengalamannya. Api tidak menghanguskan dia karena dia tidak melihatnya sebagai penghancuran murni; dia mengenali itu sebagai bagian dari rencana dan rahmat Allah. Ini bukan tentang menyangkal rasa sakit atau berpura-pura semuanya baik-baik saja. Ini tentang percaya bahwa rahmat Allah ada bahkan di dalam kesulitan. Kadang keajaiban yang sebenarnya bukanlah bahwa kesulitan itu menghilang, tapi iman mengubah ketakutan jadi ketenangan. Semoga Allah menambah iman kita dan menjadikan cobaan kita sebagai cara untuk mendekat kepada-Nya. Ameen.