Diterjemahkan otomatis

Merenungkan Allah dan Dunia Sains

Assalamu Alaikum, semuanya! Gue udah mikirin sesuatu cukup lama dan berpikir, kenapa nggak dibagi aja? Ini dia. Kalian tahu, banyak orang di luar sana yang percaya Allah nggak ada. Buat dukung pendapat itu, mereka ngandelin sains, nunjukin gimana sains cocok sama cara dunia bekerja. Tapi, ada hal yang bener-bener menarik yang gue temuin. Gue lagi nyemplung ke matematika baru-baru ini, dan ada bab tentang 'Bilangan Kompleks.' Di awal, disebutin dulu dulu orang-orang nyelesaiin hal kayak nemuin panjang tongkat atau luas bata pake geometri daripada persamaan. Buat mereka, ide tentang sesuatu yang negatif-kayak -1-itu sama sekali nggak masuk akal, dan lupakan √-1. Mereka pikir hal negatif nggak ada karena, dalam pandangan mereka, panjang atau luas nggak bisa negatif. Jadi, pada dasarnya mereka ngeabaikan masalah apa pun yang melibatkan angka negatif. Majulah beberapa tahun, matematikawan beralih ke persamaan daripada geometri dan nyadar angka negatif ternyata masuk akal, terutama sebagai koefisien, yang membuka solusi buat segala macam teka-teki. Tapi kemudian, hambatan baru muncul: beberapa persamaan punya solusi dengan dari angka negatif, yang kayaknya mustahil dan sama sekali nggak cocok sama kenyataan. Ini bikin orang bingung lama banget sampai akhirnya seorang insinyur Italia bisa pecahin dengan kasih dari angka negatif identitas baru-sekarang disebut 'Bilangan Imajiner' (meski sebenarnya matematikawan lain yang namain). Angka-angka ini sendiri nggak nyata, tapi mereka bantu jelasin dan ngewakilin angka nyata, berperan kayak jembatan ke kenyataan. Jadi, ini poinnya tentang Allah. Kesalahan pertama kita adalah coba pake cara atau definisi kita sendiri buat buktiin keberadaan-Nya. Kamu nggak bisa buktiin sesuatu yang di luar jangkauan kita dengan alat yang cuma cocok untuk realitas terbatas kita. Karena Allah di luar imajinasi kita, Dia ngirim nabi-nabi di dunia kita buat perkenalin Diri-Nya ke dalam keberadaan kecil ini. Allah dan sains nggak bertentangan. Malah, Allah yang nentuin gimana seharusnya segala sesuatu bekerja di dunia kita-apa yang kita sebut sains. Sains nggak mendefinisikan Allah; sebaliknya, Allah yang kasih instruksi-instruksi sains. Apa yang Allah lakukan itu hakikat dari sains. Ya gitu aja, itu pendapat gue. Semoga kalian semua punya hari yang diberkati, insya'Allah. Semoga Allah penuhi hidup kita dengan kebahagiaan dan bimbing kita semua ke jalan yang lurus.

+85

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Wow, perbandingan ini dengan bilangan imajiner benar-benar masuk di otakku. Bikin mikir, ya.

+2
Diterjemahkan otomatis

Tak pernah berpikir tentang matematika dengan cara seperti itu sebelumnya, sudut pandang yang menarik.

+2
Diterjemahkan otomatis

Tepat sekali. Realitas kita hanya sebagian kecil dari apa yang mungkin. Insha'Allah.

+1
Diterjemahkan otomatis

Pas. Ilmu pengetahuan hanya menjelaskan hukum-hukum yang Dia menetapkan.

+2
Diterjemahkan otomatis

Itu poin yang kuat tentang tidak mencoba memasukkan Allah ke dalam alat kita yang terbatas. Refleksi yang bagus, saudara.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar