Diterjemahkan otomatis

Perjuangan nyata atau cuma shaitaan? (perasaan hijab)

Assalamualaikum saudari, Aku 23 tahun dan sudah 5 tahun memakai hijab - atas pilihan sendiri - tapi jujur, ini perjalanan yang berat. Dari minggu-minggu awal, aku terus berpikir untuk melepasnya karena rasanya nggak seperti diri aku, tapi aku terus bertahan dan tetap memakainya sampai sekarang. Akhir-akhir ini, aku merasa seperti karung kentang. Aku nggak mau menunjukkan kecantikanku, nggak mau menunjukkan rambutku, dan nggak mau merasa cantik. Aku cuma mau duduk tanpa khawatir kalau kaki aku terlihat. Aku mau merasa kayak wanita 23 tahun, mau merasa muda. Dengan hijab, aku merasa tua dan kurang menarik. Aku nggak cantik secara konvensional, tapi alhamdulillah aku bisa melihat dan berdiri di kakiku sendiri. Tapi tetap aja, setiap hari terasa begitu melelahkan sampai kadang aku nggak mau keluar. Yang paling menyakitkan adalah sebelum aku mulai memakai hijab, aku merasa sangat terhubung dengan Islam. Aku kuat dalam iman, benar-benar mencintai deen. Sekarang rasanya semua itu mulai memudar. Berdoa terasa lebih sulit, baca Al-Qur'an lebih sulit, mendengarkan ceramah juga lebih sulit - aku masih melakukannya, tapi rasanya berbeda. Aku juga pikir aku bawa sedikit trauma soal penampilanku. Banyak orang yang bilang aku jelek lebih dari sekali, mengucapkan hal-hal yang menyakitkan. Aku nggak pernah benar-benar sembuh dari luka-luka itu sebelum memakai hijab, dan sekarang semua itu jadi satu dan aku merasa tertekan. Kalau aku terus memakainya, rasanya salah. Kalau aku melepasnya, juga terasa salah. Menjadi perempuan itu sulit. Aku merasa malu karena dengan semua penderitaan di dunia ini, aku berjuang dengan sesuatu yang kelihatannya kecil. Aku berdoa setiap hari untuk saudara-saudara ku, terutama yang menghadapi ujian yang jauh lebih berat. Kenapa aku merasa begini? Aku nggak mau menukar akhiratku untuk “kebebasan” sementara dalam hidup ini. Mungkin yang aku rindukan adalah sesuatu yang nggak bisa diberikan oleh dunia ini. Jazakum Allahu khairan sudah mendengarkan. Nasihat yang tulus, doa, atau pengalaman pribadi akan sangat berarti. Maafkan aku kalau terdengar bingung - memang aku bingung.

+314

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ini berani. Aku juga melalui masa seperti ini; semuanya berlalu pelan setelah aku menghadapi penghinaan lama dan menemukan lingkaran saudari yang mendukung. Tolong bersikap lembutlah pada dirimu sendiri dan jangan menganggap merasa bingung itu sama dengan kegagalan. Doaku untuk kejelasan bagimu 🌙

+6
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam sis, ini nyentuh banget. Gue pernah ada di sana - ada hari-hari yang lebih berat daripada yang lain. Coba langkah kecil: ngomong sama saudari atau konselor yang kamu percayai, izinkan diri kamu merasakan. Doa membantu, tapi begitu juga dengan kerja penyembuhan yang jujur. Kamu bukan lemah karena berjuang, kamu manusia. Kirim pelukan dan doa ❤️

+10
Diterjemahkan otomatis

Aku menangis saat membaca ini karena terasa begitu nyata. Rasa malu bisa membuat kita diam. Kamu nggak kehilangan apa-apa dengan mengakui bahwa itu sulit. Teruslah berdoa, dan coba catat momen-momen ketika kamu merasa dekat dengan Allah - pengingat kecil itu membantu. Kamu nggak sendirian, saudariku.

+6
Diterjemahkan otomatis

Mengirim doa. Gak apa-apa kok kalau bingung. Mungkin coba eksplor gaya berpakaian sopan yang bikin kamu merasa lebih diri sendiri, atau bicaralah dengan terapis yang menghormati imanmu. Kamu berhak mencari kenyamanan tanpa merasa bersalah.

+8
Diterjemahkan otomatis

Gak sendirian, cewek. Aku pakai hijab selama 6 tahun dan pernah mengalami fase keraguan. Yang membantu aku adalah fokus pada alasan aku mulai dan perlahan-lahan menyambung kembali - gak memaksakan perubahan besar. Terapi juga membantu dengan semua hinaan lama. Kamu itu berarti, perasaanmu valid. Doa untukmu.

+9
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, aku menghargai kamu yang bisa terbuka. Jangan merasa malu karena merasa sedih - trauma enggak hilang hanya karena kita menutupinya. Mungkin coba deh satu akhir pekan tanpa keluar rumah untuk merasakan dan merenung, lalu ambil keputusan. Selain itu, komunitas dan teman yang baik bisa bikin perbedaan yang besar.

+5
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang adik, aku ngerti rasanya ingin merasa muda. Hijab nggak menghapus rasa muda, tapi bisa terasa berat kalau kamu bawa rasa sakit. Tindakan kecil untuk merawat diri, menyambung kembali dengan Quran pelan-pelan, dan ngobrol dengan imam atau konselor yang baik itu bantu aku. Kamu dicintai, jangan terburu-buru dalam membuat pilihan.

+14

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar