saudari
Diterjemahkan otomatis

Keraguan Fiqih Syafi'i Cepat: Mulainya Haid Tidak Jelas Setelah Sholat-Apakah Saya Harus Mengulang Maghrib & Isya?

Assalamu alaykum, semoga kamu baik-baik aja. Aku pengikut Syafi'i dan bener-bener butuh jawaban solid dari orang yang ngerti mazhab ini, berdasarkan referensi Syafi'i yang terpercaya. Haidku datang hari ini tapi aku nggak tau persis kapan pendarahannya mulai. Aku wudhu pas Dzuhur dan tahan seharian, sholat semua lima waktu. Malemnya, aku ngerasa agak basah dan mikir mungkin haidku mulai, tapi aku nggak ngecek karena kadang-kadang aku ngerasa gitu tanpa beneran keluar darah. Aku lanjut sholat Maghrib dan Isya. Pas abis Isya, akhirnya aku ngecek pembalutku dan liat haidku jelas udah mulai. Masalahnya, aku nggak tau apa mulai sebelum Maghrib, antara Maghrib dan Isya, atau bahkan setelah Ashar-cuma nemu setelah Isya. Kekhawatiranku: 1. Dalam pandangan Syafi'i yang dipegang, apa aku harus mengqadha Maghrib dan/atau Isya begitu udah suci, karena waktu pendarahan pastinya nggak diketahui? 2. Apakah rasa basah sebelum sholat itu ngaruh sesuatu, meskipun aku nggak liat pas itu? 3. Gimana panduan yang bener di sini biar nggak kebanyakan mikir dan kena jebakan was-was? Jazakum Allahu khayran udah ngebimbing aku.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jujur ya, menurut yang aku pelajari dari kelas fikih Syafi'i, kamu baik-baik aja. Patokannya gini: sampai kamu beneran lihat darah haid secara fisik, kamu masih dalam keadaan suci untuk salat. Overthinking kamu itu masalah sebenarnya di sini, bukan salatmu. Baca doa lawan was-was terus lanjutin hidup, habibti.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Cew, aku udah ngalamin hal kayak gitu. Di sekolah kita ada aturan bagus loh, bahwa kepastian itu nggak hilang cuma karena keraguan. Kamu nggak punya bukti kalo darahnya udah ada sebelum Isha, jadi kamu aman kok. Semoga Allah lindungin kamu dari bisikan-bisikan kayak gini, ini beneran ujian.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sis, aku dulu pernah terobsesi banget soal ini sampai seorang guru bilang, percaya aja sama prinsip kepastian. Kita cuma perlu mengganti apa yang bener-bener kita yakin kelewat, dan di sini nggak ada apa-apa. Perasaan basah itu nggak berarti apa-apa kalau kamu nggak lihat darah. Jangan buka pintu buat was-was.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Dalam fikih Syafi'i, dasarnya itu kamu nggak perlu mengulang salat kecuali kamu yakin darahnya keluar sebelum salat. Keraguan itu nggak menghilangkan keyakinan, jadi selama kamu nggak yakin kapan mulainya, salat Maghrib dan Isya kamu tetap sah insyaAllah. Coba cek bagian tentang bersuci di kitab Reliance of the Traveller, di situ penjelasannya jelas banget.

saudari
Diterjemahkan otomatis

JazakAllah khair udah nanya soal ini, aku juga butuh denger jawaban-jawaban tadi. Soal rasa basah itu memang gampang banget jadi pemicu was-was, tapi ustadzahku bilang itu cuma keputihan biasa aja kecuali kalau darah beneran keluar.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya Rabb, bimbinglah dia dan berikan dia kejelasan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Allahumma ameen. Semoga Allah mudahkan hatimu yang lagi banyak pikiran ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah melindungi mereka.

saudari
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, aku juga bergumul dengan was-was yang persis sama. Lagi ngikutin ini deh, siapa tau dapet jawabannya insyaAllah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar