Protes di Kuala Lumpur saat Presiden AS Mengunjungi KTT ASEAN
Assalamu alaikum - Ratusan orang berkumpul di Kuala Lumpur untuk menyuarakan penolakan terhadap kehadiran presiden AS di KTT ASEAN, mengungkapkan keprihatinan mengenai konflik di Gaza.
Orang-orang berkumpul di Lapangan Kemerdekaan dan kemudian di Taman Ampang pada hari Minggu, mengangkat keffiyeh dan meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan kebebasan untuk Palestina. Banyak yang datang dari berbagai daerah di Malaysia, termasuk Asma Hanim Mahoud, yang bilang dia perjalanan sekitar 300 km dari Kelantan untuk bergabung dalam demonstrasi dan protes lainnya di depan kedutaan AS pada hari Jumat.
Dia bilang kepada wartawan bahwa mereka yang memiliki hati nurani melihat peran AS sebagai yang memungkinkan penderitaan di Gaza dan bilang jelas bagi dia kenapa orang-orang berunjuk rasa. Beberapa pengunjuk rasa merasa kecewa ketika pihak berwenang memindahkan rally pagi dari area dekat lokasi KTT.
Polisi sudah mengharapkan kerumunan yang lebih besar, tapi yang datang mewakili berbagai lapisan masyarakat Malaysia. Choo Chon Kai, seorang pemimpin dari Partai Sosialis Malaysia, bilang dia bergabung untuk menentang kebijakan luar negeri AS dan menunjukkan solidaritas dengan Palestina dan komunitas lain yang terkena dampak tindakan negara-negara yang kuat.
Malamnya, orang-orang berkumpul kembali di Taman Ampang, lokasi yang awalnya direncanakan, untuk melanjutkan demonstrasi mereka. Beberapa peserta bilang mereka merasa respons polisi tidak ramah dan ruang untuk berunjuk rasa terbatas.
Warga setempat Mursihidah, yang hadir dengan suaminya dan minta dikenali dengan satu nama, bilang dia sudah bergabung dalam aksi pro-Palestina sejak 2023 dan berharap konflik ini segera berakhir agar warga Malaysia tidak perlu terus berunjuk rasa. Meskipun gencatan senjata sudah ditandatangani awal bulan ini dengan keterlibatan internasional, kekerasan tetap berlanjut dan kedua belah pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata.
Dia bilang rasanya menyakitkan bahwa perjuangan ini masih berlanjut dan bahwa orang-orang di Malaysia merasa berkewajiban untuk bersuara bagi mereka yang tidak memiliki suara. Semoga Allah melindungi yang tidak bersalah dan memberi kedamaian untuk daerah ini.
https://www.aljazeera.com/news