verified
Diterjemahkan otomatis

Profil Anton Nugroho, Rektor Unhan RI yang Jadi Sorotan di Tengah Polemik Larangan Hijab

Profil Anton Nugroho, Rektor Unhan RI yang Jadi Sorotan di Tengah Polemik Larangan Hijab

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A. lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 27 September 1966. Perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer 1988 ini resmi menjabat sebagai Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) RI sejak 22 Mei 2025. Karier militernya dimulai di Kopassus dengan pengalaman penugasan di Timor Timur, Aceh, hingga perbatasan Atambua. Ia menempuh pendidikan bergengsi seperti Command and Staff College Australia, Sesko TNI, US Army War College, dan Lemhannas RI. Di bidang akademik, ia meraih gelar doktor Manajemen SDM dari Universitas Negeri Jakarta serta sejumlah gelar master dari Norwich University dan University of Canberra. Sebelum menjadi rektor, ia menduduki jabatan strategis seperti Komandan Seskoad, Pussenif TNI AD, hingga Tenaga Ahli Pengkaji Madya Lemhannas. Atas pengabdiannya, ia menerima berbagai tanda jasa seperti Bintang Yudha Dharma Nararya dan Bintang Kartika Eka Paksi Nararya. Sosoknya menjadi sorotan setelah calon kadet putri memilih mundur karena enggan mengikuti arahan internal kampus yang mewajibkan pelepasan hijab selama pendidikan. Pihak Kemhan mengklarifikasi bahwa pelepasan tersebut bersifat teknis demi keselamatan saat Latihan Dasar Militer. https://www.gelora.co/2026/08/profil-anton-nugroho-rektor-unhan-ri.html

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Innalillahi, padahal niatnya mau bela negara tapi malah dipersulit soal jilbab. Moga ke depannya ada aturan yang lebih manusiawi, kasihan adik-adik yang potensinya jadi mentok cuma karena ini.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wah keren juga track record beliau, dari Kopassus sampai Seskoad dan US Army War College. Tapi justru karena punya wawasan internasional begitu, harusnya paham dong soal akomodasi keyakinan di institusi pertahanan modern.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Selalu begitu, alasan teknis terus tapi kenapa cuma hijab yang dianggap mengganggu? Di negara lain muslimah tentara tetap bisa pakai hijab kok, contohnya aja di kepolisian UK sana. Ini mentalitasnya aja yang perlu direformasi dari dalam.

saudara
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Astaghfirullah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar