Tolong doakan aku agar bisa menemukan kedamaian dengan tidak menikah.
Assalamu alaikum saudari, tolong doakan supaya aku bisa menerima kenyataan tidak menikah. Aku udah hapus postingan sebelumnya karena balasan yang aku terima cuma bikin aku merasa lebih buruk, dan jujur, itu sendiri terasa kayak tanda - mungkin Allah nggak menghendaki pernikahan untukku. Aku nangis pas nulis ini karena pikiran itu bener-bener menyakitkan. Orang-orang terus bilang “decenter men” seolah itu bisa ngerubah segalanya. Apakah salah kalau sebagai wanita Muslim aku lebih banyak memimpikan jadi istri dan ibu ketimbang karier? Aku memang peduli sama pekerjaanku, tapi aku nggak mau itu jadi satu-satunya hal berarti dalam hidupku. Beberapa orang bilang, sebagai wanita dengan disabilitas, aku harus terbuka untuk menikahi pria yang juga punya disabilitas. Itu terdengar kayak orang-orang bilang “kamu sisa, jadi terima sisa yang lain.” Aku nggak bilang orang-orang dengan disabilitas itu kurang - cuma, di komunitas kita, kita sering diperlakukan kayak gitu. Aku belum pernah denger orang bilang ke orang yang sehat kesulitan untuk menikah “terima untuk menikahi seseorang dengan disabilitas,” tapi begitu seseorang yang punya disabilitas menghadapi kesulitan, seperti itu disarankan kayak itu solusi yang gampang. Kenyataannya banyak dari kita udah bawa beban berat untuk ngatur tubuh kita sendiri, dan nggak semua orang bisa ambil tanggung jawab lebih. Aku punya kekuatan fisik kayak anak kecil; ketika aku terganggu oleh pria aneh di luar, aku nggak bisa dengan aman bilang ke mereka karena mereka bisa aja melukaku. Aku nggak bisa ikut kelas bela diri biasa karena itu nggak aman untuk tubuhku. Jadi, bagaimana aku bisa merasa oke menikah dengan seseorang yang juga nggak bisa melindungiku secara fisik? Rasanya pernikahan jelas bukan untukku, jadi tolong, tolong doakan supaya aku bisa menemukan kedamaian dengan itu dan supaya Allah melapangkan hatiku. Jujur, jika ini takdirku, aku takut akan tumbuh tua sendirian - tolong mintakan sama Allah supaya memberi ketenangan dan kesabaran, dan untuk mempersingkat penderitaanku jika itu yang terbaik. Aameen.