Tolong bantu saya menemukan iman saya lagi, saudara-saudara dan saudari-saudari.
Assalam u Alaikum wrwb. Tolong jangan nilai aku - aku tahu ini mungkin terdengar keras atau seperti aku mengkritik agama kita, tapi aku beneran butuh bantuan dan ini dari hati yang tulus. DISCLAIMER: Aku terutama membagikan ini untuk perempuan di sini, dan ini lumayan panjang, maaf 🙈 Aku seorang remaja dan belakangan ini iman aku merasa lemah. Aku punya pikiran yang sangat gelap dan kadang-kadang merasa seperti nggak mau hidup, meskipun Alhamdulillah aku tahu bunuh diri itu nggak diperbolehkan dalam Islam jadi aku belum bertindak berdasarkan perasaan itu. Aku sekarang pakai niqab, tapi bukan karena pilihan - orangtuaku memaksa aku untuk mulai memakainya tahun lalu. Aku berusaha memberi sinyal bahwa aku nggak nyaman, tapi mereka menolak dan bahkan mengancam serta mencaci aku, jadi aku berhenti untuk bersuara karena takut akan konsekuensi yang lebih buruk. Aku nggak punya masalah dengan menutup aurat secara prinsip - ketika aku pakai hijab aku merasa oke dan lebih dekat dengan Allah. Tapi setelah mulai pakai niqab, aku jadi sangat depresi. Sebelum menutup aurat sama sekali, sebenarnya aku pengen pakai niqab, dan aku dulu juga mendorong ibuku untuk memakainya. Semakin aku menutupi diri dan berusaha mendekat pada Allah, semakin banyak penyesalan dan keraguan yang muncul, dan aku nggak mengerti kenapa. Satu hal yang mengganggu aku adalah melihat laki-laki yang nggak perlu menutup aurat seperti kita. Kadang terasa nggak adil: aku harus tertutup di cuaca panas sementara mereka bisa pakai celana pendek atau kaos musim panas dan terkesan bebas. Aku tahu argumennya tentang menundukkan pandangan dan melindungi perempuan dari fitnah, tapi perempuan juga bisa merasakan ketertarikan - termasuk dari wajah. Ide niqab membuatku bingung dan tidak nyaman. Kadang-kadang ketika aku sendirian di mobil dengan mahram, aku lepas niqab karena terasa ketat dan nggak nyaman, dan orangtuaku bereaksi sangat keras - mencaci, memukul (bahkan ayahku), ceramah panjang kalau ada satu helai rambut yang terlihat. Aku mencintai mereka, tapi masalah ini benar-benar membebani hubungan kami. Aku juga punya keraguan lain yang mengganggu aku - pertanyaan tentang beberapa peristiwa sejarah dan praktik dari zaman Nabi (SAW). Aku nggak bermaksud mempertanyakan Allah, dan aku percaya ada kebijaksanaan di balik segalanya, tapi hal-hal ini membuatku bertanya: kalau Allah tahu segalanya, kenapa beberapa tindakan diterima saat itu tapi tampak membingungkan sekarang? Di atas itu semua, aku mau merasakan cinta kepada Allah dan beribadah dengan tulus, tapi belakangan ini ketika aku pergi Umrah aku nggak bisa merasakan koneksi. Rasanya mekanis, seperti hanya berputar tanpa arti. Alhamdulillah aku tinggal di KSA dan pergi Umrah beberapa kali setahun, tapi belakangan ini aku nggak bisa merasakan tarikan spiritual selama tawaf dan sa'ee - aku cuma mau selesai. Astaghfirullah, aku merasa malu dan putus asa. Aku juga berjuang dengan kesehatan mentalku. Aku sensitif terhadap suara, sangat terganggu oleh bayi yang menangis atau orang yang berbicara saat aku mencoba berkonsentrasi. Aku punya OCD ringan (dulu lebih parah), dan aku sering bertengkar dan berteriak dengan orangtuaku. Aku sering merasa marah dan kadang-kadang ingin memukul sesuatu. Aku khawatir Allah kecewa padaku dan telah menghilangkan hidayah, dan sekarang aku berantakan - merasa tidak dicintai oleh keluarga dan oleh Allah. Aku nggak tahu untuk apa aku hidup, tapi aku masih pengen memperkuat iman supaya kehidupan akhira ku baik. Tolong, bisakah kalian memberi nasihat yang lembut dan penuh pengertian tentang cara terhubung kembali dengan Allah dan menghentikan pikiran merugikan ini? Aku nggak mau berdebat tentang Islam - hanya respon yang baik dan penuh kasih, tolong. JazakAllah khair sudah membaca dan maaf untuk keluhan panjang ini. P.S. Tolong bersikap lembut dan pengertian. Aku cuma berusaha menemukan jalanku kembali kepada Allah 🤍