Melimpah (aku sih pengen denger pendapatmu, assalamu alaikum)
Assalamu alaikum, aku pengen denger pendapat kalian tentang ini - judul: Meluap. Aku merasa seperti meluap, seperti aku nggak bisa lagi ditahan. Scrolling doom nggak membantu kayak dulu. Jiwaku sakit, inti diriku meluap. Aku menangis. Aku berharap. Aku tersenyum. Aku merindukan. Aku tahu Allah mendengar, aku tahu Allah melihat. Aku tahu Allah tahu apa yang aku tidak tahu. Ini lebih dari sekadar perasaan - ini adalah sebuah keadaan. Aku menikmati musim panas ini, alhamdulillah, tapi aku menikmatinya lewat orang lain, lewat imajinasiku, lewat harapan. Saking banyaknya kadang itu menyakitkan. Aku nggak tahu kenapa itu bikin aku nangis. Aku nggak mau keliatan nggak bersyukur; aku takut dianggap nggak menghargai. Mungkin itu adalah shaytan yang berbisik di pikiranku. Ya Allah, aku benar-benar bersyukur. Walaupun begitu, rasa tidak berada di tempat yang aku inginkan ini, kerinduan akan sebuah tempat, waktu, orang, itu menghalangiku untuk sepenuhnya ada, untuk melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Pikiranku terjerat dengan hatiku yang mencoba melarikan diri. Tapi untuk mencapai tempat itu, aku harus hadir di sini dulu. Ya Allah, berikan aku keberanian. Buat aku jadi kuat. --- Gimana menurut kalian? Ini sih nggak banyak, tapi aku pengen denger apa pendapat kalian semua. Aku jelas bukan penulis atau penyair haha, tapi kadang aku melakukan ini untuk bersenang-senang. Apa ini bikin kalian refleksi? Gimana perasaan kalian, kalau iya? Dan kalau ada apa-apa, terima kasih udah meluangkan waktu buat membacanya!