“Oh, Aku Harap…” - Penyesalan Terakhir yang Tak Ingin Kau Dengar
Assalamu alaikum - ini ada beberapa jeritan penyesalan dari Al-Qur'an: momen “Oh, seandainya saja…” saat kebenaran datang dan hati sakit karena apa yang tidak dilakukan. Bacalah perlahan dan biarkan itu membangunkanmu. “Oh, seandainya aku mengambil jalan bersama Rasul.” (Surah Al-Furqan 25:27) “Oh, celakaku! Seandainya saja aku tidak menjadikan itu sebagai teman.” (Surah Al-Furqan 25:28) “Oh, seandainya aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan siapapun.” (Surah Al-Kahf 18:42) “Oh, seandainya aku tidak diberikan catatan amalku dan tidak tahu apa perhitungan amalku.” (Surah Al-Haqqah 69:25–26) “Oh, seandainya aku menjadi debu!” (Surah An-Naba 78:40) “Oh, seandainya kami bisa kembali [ke kehidupan di bumi] dan tidak mengingkari tanda-tanda Tuhan kami dan termasuk di antara orang-orang yang beriman.” (Surah Al-An‘am 6:27) “Oh, [betapa besarnya] penyesalanku atas apa yang aku abaikan terkait Allah dan bahwa aku termasuk di antara para pencemooh.” (Surah Az-Zumar 39:56) “Oh, seandainya aku mengirimkan [amal baik] untuk hidupku.” (Surah Al-Fajr 89:24) “Aku berharap kematian adalah akhir!” (Surah Al-Haqqah 69:27) Kalau kalimat-kalimat itu bikin dadamu terasa sesak, biarkan itu jadi rahmat, bukan hukuman. Bertobatlah selama kamu bisa. Lakukan hal-hal kecil hari ini - berdoa, berdzikir, bersikap baik pada keluarga, perbaiki yang rusak dengan pasangan atau kerabatmu. Jangan tunggu sampai kamu harus bilang “Oh, seandainya.”