Pengamat: Buku “Islam ala Prabowo” Bisa Jadi Senjata Perang Nirmiliter
Buku Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam kembali disorot. Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mengingatkan agar polemik buku tersebut tidak hanya dilihat sebagai perdebatan judul atau isi, melainkan diperiksa secara cermat karena dapat menjadi instrumen perang nirmiliter. Ia menilai kepemimpinan Presiden Prabowo menghadapi tantangan kompleks yang mencakup pertarungan melalui informasi, opini publik, dan pembentukan persepsi.
Buku tersebut bukan ditulis oleh Prabowo Subianto, melainkan disusun oleh Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas. Diterbitkan oleh Atmosphere Publishing House pada April 2025, buku itu diluncurkan di Rakornas BAZNAS 2025. Sejumlah pihak memberikan klarifikasi, termasuk Menko Yusril Ihza Mahendra yang menegaskan hanya menjadi narasumber dan tidak terlibat dalam penentuan judul atau pembiayaan.
Amir mengingatkan agar produk narasi yang membawa nama kepala negara tidak menjadi alat pihak lain untuk menjebak atau menciptakan persepsi keliru tentang Presiden. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah melalui kebijakan nyata, bukan sekadar simbol. Pemerintah juga perlu memiliki sistem pemeriksaan informasi yang kuat di tengah dinamika perang nirmiliter.
Dalam perspektif geopolitik, Amir menyoroti pendekatan ekonomi dan diplomasi yang dapat memperkuat hubungan dengan umat Islam, seperti kerja sama halal Indonesia-Rusia yang terus berkembang. Ia menilai pola pendekatan berbasis kesejahteraan masyarakat-melalui ekonomi halal, pendidikan, dan perdagangan-dapat menjadi referensi tanpa mengubah karakter Indonesia sebagai negara nasional yang plural.
https://www.gelora.co/2026/09/