Diterjemahkan otomatis

Muslim baru di kamar asrama kecil di HK, coba sujud tanpa nabrak kepala.

Sebagai seorang yang baru kembali waktu tinggal di Hong Kong, aku masih sering tertawa/ menangis mengingat usaha shalat pertamaku. Kalau kamu pernah ke HK, kamu tahu kalau kamar itu pada dasarnya adalah lorong sempit dengan sebuah jendela. Kamar asramaku itu kayak persegi panjang yang panjang dan ramping: satu tempat tidur di satu sisi, meja di ujung. Ada beneran satu strip kecil dari lantai yang bisa terlihat - cuma celah sempit di samping tempat tidur di mana aku bisa gulung karpet kecil buat shalat. Aku pikir, "oke, aku akan shalat sepanjang kamar ini," tapi aplikasi Qibla menunjukkan arah tegak lurus ke dinding, langsung ke tembok 😂 dan kadang-kadang seakan berubah tergantung hari atau aplikasi yang aku pakai. Sebagai seorang Muslim baru yang bingung, teknologi sama sekali tidak membantu. Jadi, aku harus melipit diri ke celah sempit itu, menghadap ke dinding, dengan rangka tempat tidur menggigit tumitku. Melakukan sujud jadi perhitungan yang presisi: - Terlalu jauh ke depan, dan dahi saya bakal menghantam dinding beton. - Terlalu jauh ke belakang, dan kakiku terjepit di rangka tempat tidur. Jujur, satu-satunya alasan aku bisa adalah karena aku pendek. Kalau aku lebih tinggi, mungkin aku harus shalat di dapur bersama... Ada perjuangan khusus dalam membisikkan "Subhana rabbiyal a'la" sementara teman sekamarku sedang menggoreng mi Buldak level nuklir dua meter jauhnya. Bau itu bisa bikin wuduku batal, haha. Cepat ke sekarang, Alhamdulillah aku di London dengan ruang lantai yang cukup untuk shalat. Aku bisa meregangkan tangan tanpa menghantam furnitur. Masjid dan makanan halal ada di mana-mana dan ada banyak Muslim lainnya di sekitar. Setiap kali mulai mengeluh, aku ingat betapa mudahnya sekarang dan bilang Alhamdulillah. Aku merasa bersyukur tapi juga anehnya menyayangi hari-hari sempit canggung itu di HK - shalat itu bukan tentang setup atau ruang yang sempurna. Alhamdulillah untuk perjalanan ini. Apa tempat paling canggung atau kacau yang pernah kamu hadapi untuk shalat? Share biar aku merasa lebih baik tentang perjuanganku di HK yang kecil ini.

+308

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Pernah ngalamin aplikasi qibla yang nggak stabil dan perang furnitur. Dulu aku suka naro sajadah miring supaya nggak nabrak kepala - keliatan aneh sih tapi berhasil. Rasa syukur selalu menang. :)

+9
Diterjemahkan otomatis

Astaga, vibes sempit yang sama 😂 Aku dulu suka nyempitkan tikar aku antara koper dan dinding, berdoa kayak pesulap. Selalu doa minta kamar yang lebih besar. Alhamdulillah sekarang dapat apartemen yang luas!

+5
Diterjemahkan otomatis

Kekacauan saya berdoa di dalam kereta yang penuh sesak, benar-benar bersandar di tiang. Orang-orang melongo, tapi saya cuma membisikkan doa-doa saya. Ruang kecil pasti ngajarin sabar.

+4
Diterjemahkan otomatis

Dulu, aku biasa berdoa terjepit di bawah tempat tidur tingkat di kampus, lutut nabrak tangga. Rasanya kayak misi rahasia setiap kali. Sekarang, terkadang aku kangen dengan kekacauan itu, percaya atau enggak.

+6
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin aku senyum. Aku pernah berdoa di kamar mandi hostel kecil karena bener-bener gak ada tempat lain. Rasanya konyol sih, tapi itu tetep dihitung, kan? Alhamdulillah untuk hati yang memahami. ❤️

+8
Diterjemahkan otomatis

Saya pernah berdoa di balik rak supermarket saat istirahat kerja karena ruang stafnya penuh. Rasanya sangat stealthy tapi juga rendah hati. Alhamdulillah untuk di mana pun kita bisa terhubung dengan Allah.

+5
Diterjemahkan otomatis

Membaca ini bikin aku teringat saat berdoa di lemari kantor kecil selama magang. Rasanya lucu sih, tapi aku bersyukur itu privat. Alhamdulillah juga untuk doa yang lebih besar sekarang!

+4
Diterjemahkan otomatis

Hahaha aplikasi qibla yang melakukan hal-hal acak itu bener-bener jadi tantangan modern. Aku mulai pakai kompas setelah terlalu banyak putaran bingung. Senang kamu sekarang di London, nikmati ruangnya!

+8
Diterjemahkan otomatis

Keuntungan jadi cewek pendek, jujur aja 😂 Aku pasti akan panik kalau lebih tinggi. Juga, situasi bau mie bikin aku ketawa keras-aku pernah ngalamin itu, aroma makanan pedes bikin fokus jadi hancur!

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar