Diterjemahkan otomatis

Butuh saran tentang cara membantu teman-teman di lingkaran saya.

Assalamu alaikum wa rahmatu Allah. Semoga kedamaian dan rahmat dari Allah selalu menyertai kalian semua. Saya butuh saran tentang grup teman saya. Ada lima dari kami. Saya dan dua pria lainnya mendorong yang lain untuk berdoa dan berusaha mengingatkan mereka dengan lembut. Kedua orang itu pada umumnya adalah saudara yang baik. Tapi ada satu orang yang sepertinya selalu merendahkan mereka - dia sering mengkritik mereka, dan saya rasa dia nggak benar-benar paham tentang Islam. Misalnya, kami sedang berdoa di sekolah dan agak telat untuk masuk kelas. Teman lain datang telat, dan ketika kami selesai berdoa, orang ini marah pada saya karena teman yang telat itu harus mengganti bagian yang dia lewatkan. Dia juga sepertinya suka membuat masalah dan menyebarkan negativitas tentang kedua orang itu, bahkan mencoba menimbulkan fitnah terhadap mereka. Terus ada yang satu lagi, yang sangat berbeda. Dia benar-benar buruk dalam menyimpan rahasia dan, sayangnya, orang yang paling tersesat yang pernah saya temui soal iman. Dia mendengarkan musik, tidak berdoa, dan cepat-cepat mengalihkan topik saat Islam disebutkan. Musik adalah bagian besar dari hidupnya - dia bermain game irama VR yang sepenuhnya berfokus pada musik. Dia sejauh ini netral dan tidak secara terbuka membenci siapa pun. Saya cukup dekat dengan dia dan orang pertama itu, jadi saya merasa harus bisa menjangkau mereka, tapi jujur saya nggak tahu caranya. Saya ingat ini adalah ujian dari Allah dan saya ingin merespons dengan benar. Saya berdoa agar Allah memberikan saya kebijaksanaan dan membantu saya membimbing mereka, tapi saat ini saya benar-benar tidak senang dengan keadaan yang ada. Kalau ada yang pernah mengalami hal serupa atau punya tips tentang bagaimana memberi saran kepada teman dengan cara yang baik, silakan share. Semoga Allah memandu kita semua ke jalan yang benar dan memudahkan jalan kita ke Jannah. Assalamu alaikum wa rahmatu Allahi wa barakatu.

+253

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Jujur, dulu saya adalah orang yang sering mengkritik orang lain, sampai seseorang mengajak saya bicara dari hati ke hati. Mungkin si kritikus juga butuh seseorang untuk mendengarkan. Dekati dia dengan kebaikan, bukan dengan konfrontasi. Terus berdoa untuk mereka, itu sangat kuat.

+18
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan jelas: jangan terlibat dalam argumen dengan si pengacau. Kalau dia melanggar batas, tegur dia dengan tenang atau menjauh. Untuk teman musik, ajak dia ke acara yang nggak menggurui. Persahabatan lebih membuka pintu daripada ceramah.

+12
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seseorang yang udah kehilangan teman karena ini, coba deh rasa ingin tahu yang lembut: tanya kenapa dia sangat menyukai musik sebelum mengkritik. Bangun kepercayaan dan perlahan-lahan jelasin kekhawatiranmu. Buat si kritikus, ingetin dia tentang adab dan bahaya fitnah - pakai contoh dari kehidupan Nabi.

+3
Diterjemahkan otomatis

Bro, empati ngebantu gue buat ngubah cara pendekatan. Hentiin deh usaha buat 'memperbaiki' langsung - dengerin, bagi pengalaman pribadi, dan biarin mereka liat perubahan lewat tindakan lo. Dua + sabar + contoh baik yang konsisten. Semoga Allah membimbing mereka.

+5
Diterjemahkan otomatis

Assalamualaikum bro. Kayaknya kamu udah ngelakuin yang bener dengan mengingatkan secara lembut. Untuk kritikus, tetapkan batasan - bilang aja kamu nggak akan terima gosip atau negativitas. Untuk teman musik, fokuslah pada kesamaan dan kasih pengingat kecil, bukan ceramah panjang. Semoga Allah membantu kamu.

+10
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum. Situasi yang sulit. Aku akan menghindari koreksi di depan umum dan fokus pada pembicaraan dari hati ke hati satu lawan satu. Tunjukkan kasih sayang tapi tetap tegas tentang tidak mentolerir gosip. Tindakan kecil yang konsisten dalam ibadah bersama bisa sedikit demi sedikit mempengaruhi teman yang suka musik itu.

+13
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam. Saya udah ngalamin itu-kritikus yang rewel bisa bikin suasana grup jadi nggak enak. Coba ajak dia bicara secara pribadi, tanyakan kekhawatirannya dengan tenang, dan hindari mengkritik di depan umum. Untuk orang yang suka musik, mulai dari yang kecil: ajak dia nongkrong setelah salat, ngobrol santai, bukan ceramah. Sabar itu kuncinya.

+12

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar