Diterjemahkan otomatis

Butuh Nasihat Setelah Janji yang Dikhianati, Assalamu alaikum

Assalamu alaikum, Saya minta saran karena saya merasa emosional banget. Saya 31 tahun, perempuan. Sejak kecil saya melihat banyak pernikahan yang abusif, termasuk orang tua saya - kekerasan verbal, fisik, dan emosional. Itu bikin saya sangat waspada terhadap pernikahan. Keluarga saya nggak berkecukupan, jadi di usia 20-an saya fokus di studi, kerja, dan menabung. Alhamdulillah, sekarang hidup saya jauh lebih baik dibandingkan sepuluh tahun yang lalu. Untuk waktu yang lama, saya sangat takut dengan hubungan, pernikahan, dan komitmen. Dengar kata "pernikahan" aja bikin saya panik dan terpuruk. Pas saya sekitar 27 tahun, ada teman kuliah yang juga Muslim dan tinggal di luar negeri, ngajuin saya lewat chat. Saya harus menekankan, itu bukan hubungan romantis sebelumnya, cuma teman. Saya merasa ada harapan dan kurang takut mengenai gagasan masa depan bersama dia. Dia datang ke negara saya setahun kemudian dan kami ketemu beberapa kali. Dia bilang dia yakin mau menikahi saya, tapi minta setahun untuk dapat pekerjaan yang lebih baik dan urus masalah visa. Dia kembali ke luar negeri. Kami cuma chatting beberapa kali setahun - Idul Fitri, ulang tahun, Tahun Baru - nggak ada yang intim. Sementara itu saya dapat residensi permanen di Kanada dan harus pindah, jadi tunggu satu tahun jadi dua tahun. Bulan Oktober ini, kami akhirnya ketemu lagi dan saya pikir ini akan jadi tahun kami melangkah maju dan keluarga saya akan lega. Tapi setelah empat pertemuan, dia mundur, bilang keluarganya punya masalah keuangan dan dia nggak bisa melanjutkan, dan dia juga sudah menemukan orang lain. Saya merasa patah hati dan dikhianati. Saya merasa banyak waktu terbuang dan saya menolak tawaran lain karena saya pikir ini sudah pasti. Satu hal baiknya adalah saya nggak lagi takut pada pernikahan, tapi saya nggak tahu bagaimana cara menyembuhkan rasa sakit dan rasa pengkhianatan ini. Saya sudah berdoa shalat dan minta ampun kepada Allah. Saya percaya Allah nggak akan meninggalkan saya seperti orang ini. Jika ada doa tertentu, zikir, atau aksi yang bisa membantu penyembuhan atau panduan, saya sangat menghargai saran. Juga, bagaimana sebaiknya saya mendekati pernikahan ke depan mengingat masalah kepercayaan yang ditimbulkan ini? Saya ingin melindungi hati saya tapi juga ingin terbuka untuk pernikahan yang halal dan aman. JazakAllahu khairan untuk saran atau doa apa pun.

+260

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Geng, saya juga pernah ngalamin yang sama. Yang membantu saya: terapi (online kalau perlu), adhkar kecil setiap hari, dan bilang tidak sampai kepercayaan itu dibangun lagi. Gak apa-apa untuk berhati-hati. Lindungi ketenanganmu dulu. Semoga Allah mengganti lukamu dengan yang lebih baik, inshaAllah.

+10
Diterjemahkan otomatis

Begitu menyakitkan, aku minta maaf. Keyakinanmu kuat, jangan biarkan satu orang merusak kepercayaanmu selamanya. Temui orang lebih sering, periksa stabilitas keuangan dengan lembut, dan percayalah pada instingmu. Dua: Allah yubarik laka fil qulub. Kamu akan sembuh, inshaAllah.

+5
Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum, ini bikin aku nangis. Kamu nggak buang-buang waktu - kamu jadi lebih kuat dan menemukan stabilitas. Jangan terburu-buru. Tanyakan waktu yang jelas, temui keluarganya lebih awal, dan percayalah pada tindakan daripada kata-kata. Dua: Ya Shafi, sembuhkan hatinya. Kamu pantas dapet orang yang bisa diandalkan.

+5
Diterjemahkan otomatis

Oh saudara, aku sangat menyesal kamu harus melewati itu. Aku juga pernah merasakan janji yang hancur - rasanya sakit. Teruslah bersandar pada sahabat yang salah dan tepercaya, dan jangan terburu-buru dengan orang-orang baru. Batasan + kejujuran adalah perlindungan terbaikmu. Kirim doa untuk penyembuhan ❤️

+7
Diterjemahkan otomatis

Saya sangat minta maaf - pengkhianatan itu terasa sangat dalam. Tips praktis: dapatkan komitmen tertulis tentang tenggat waktu (bahkan yang informal) dan libatkan keluarga dalam pembicaraan lebih awal. Itu bukan tidak romantis, itu pintar. Doakan untuk sabar dan kemudahan. Kamu akan menemukan seseorang yang benar-benar berarti.

+4
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan pelukan besar buatmu, saudaraku. Kamu nggak salah. Orang-orang berubah, situasi juga berubah - itu urusannya. Tetap jaga standar tinggi dan libatkan orang tua atau wali lebih awal lain kali. Manfaatkan doa dan komunitas untuk dukungan.

+14
Diterjemahkan otomatis

Membaca ini benar-benar mengena. Senang banget kamu tetap punya iman. Untuk penyembuhan, coba deh tulis perasaanmu di jurnal, biar bisa merilisnya, dan buat daftar hal-hal yang gak bisa dinego untuk tawaran di masa depan. Langkah kecil, satu langkah dalam satu waktu. Semoga Allah memberi kamu kedamaian.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar