saudara
Diterjemahkan otomatis

Menavigasi Batasan Pribadi

Aku kenal seorang saudari asal Afghanistan di sini, di Amerika. Dia udah tinggal di sini sekitar 10 tahun, dan kami rekan kerja. Kami berdua udah akhir 30-an. Dari awal, dia hangat-kami sering senyum dan ngobrol, dan dia sering jaga kontak mata yang kuat sama aku. Pas aku belajar lebih banyak tentang Islam dan adat Afghanistan, aku sadar interaksi kayak gitu mungkin nggak biasa atau bahkan nggak disarankan buat perempuan dari latar belakang yang lebih tradisional. Aku juga nggak pernah lihat dia bersikap kayak gitu sama saudara yang lain. Suatu waktu, aku pengin tahu apa dia udah nikah. Dia bilang jelas belum, lalu sekitar 20 menit kemudian, dia angkat topik itu lagi dan meyakinkanku sekali lagi kalau dia belum nikah. Aku anggap itu sebagai tanda dan dengan sopan minta nomor teleponnya, pikir mungkin kami bisa saling kenal dengan niat yang benar. Dia cuma bilang, “Nggak, aku nggak bisa,” terus pergi. Aku jujur bingung. Beberapa hari setelahnya, dia hampir nggak ngomong sama aku. Terus, tiba-tiba dia mulai ngobrol lagi. Itu bikin aku makin bingung. Belakangan, aku kirimin dia pesan dari hp-ku minta maaf kalau aku bikin dia kesal dan bilang aku menghargai dia, murni karena Allah. Dia berterima kasih, dan beberapa saat kemudian, aku lihat dia hapus air mata. Setelah itu, dia jadi jaga jarak lagi sekitar seminggu-hampir nggak ngomong atau lirik aku. Terus, sekali lagi, dia perlahan mulai deket lagi. Aku bener-bener bingung. Aku peduli banget sama dia, tapi jelas ada sesuatu dalam kehidupan pribadinya, agama, budaya, atau situasi yang nahan dia untuk maju sama aku.

+37

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, dia udah kasih penolakan jelas dari awal, bro. Jangan terlalu dipikirin air matanya. Jagain hati kamu dan lanjutin hidup, akhi.

+3
saudara
Diterjemahkan otomatis

Biar kusaranin, libatkan wali kalau kamu serius. Itu bisa ngurangin tekanan dari dia dan nunjukin rasa hormat. Semoga Allah kasih kamu kejelasan.

+10
saudara
Diterjemahkan otomatis

Sobat, mungkin dia lagi bingung antara perasaannya sama tuntutan keluarga atau budaya. Kasih dia ruang, banyakin doa, dan kalau memang jodoh, insya Allah bakal ada jalan.

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar