Menavigasi Cinta dan Iman sebagai Wanita Non-Muslim
As-salamu alaykum - Aku tahu aku bukan Muslim, jadi tolong bersikap lembut. Aku mengerti bahwa berkencan itu haram dalam Islam, dan aku nggak mau merendahkan itu. Aku cuma mau berbagi keadaanku karena aku bener-bener berjuang dengan kecemasan dan depresi dan merasa tersesat. Mungkin dengan nulis ini bisa bantu. Aku lagi deket sama seorang pria Muslim (aku tahu ini nggak diperbolehkan untuk dia), dan kita berdua masih muda, baru mulai memasuki usia dewasa. Kita tumbuh berdampingan dan jatuh cinta. Aku sangat peduli padanya dan pemikiran kehilangan dia bikin aku hancur. Kadang aku merasa bersalah karena mencintainya sebagai non-Muslim, tapi dia sebenarnya membawaku lebih dekat dengan Islam - aku sudah banyak belajar dan aku menemukan iman ini sangat indah. Dia bilang kalau kita mau menikah, aku harus menerima Islam. Kalau aku memutuskan untuk masuk Islam, itu akan untuk imanku dan hubunganku dengan Allah, bukan hanya untuk dia. Kekhawatiran besarnya adalah keluarganya. Mereka cukup ketat, dan dia sudah menyimpan hubungan kami dari mereka. Dia nggak seketat itu, tapi orang tuanya iya. Aku nggak tahu apakah mereka akan menerima aku meski aku menjadi Muslim, terutama karena aku berasal dari latar belakang agama yang berbeda dan awalnya nggak punya banyak pengetahuan. Ketidakpastian tentang apakah keluarganya akan menerima aku - atau apakah mereka mungkin mengatur pernikahan dia dengan orang lain - bikin aku cemas dan seringkali bikin aku menangis. Setiap kali aku mencoba bicara tentang masa depan, dia bilang dia nggak tahu apa yang akan dilakukan keluarganya, dan ketidakpastian itu bikin hati ini patah. Mungkin ada yang bilang aku harus pergi saja, tapi mencintai seseorang itu susah banget. Aku terjebak antara ingin mengikuti jalan yang tulus menuju Islam dan takut ditolak oleh keluarganya. Aku nggak punya jawaban - aku cuma butuh nasihat, dukungan, dan mungkin doa. JazakAllah khair sudah membaca.