Diterjemahkan otomatis

Perilaku mengganggu adik saya - butuh saran dari saudara perempuan

As-salamu alaykum sisters, Saya pakai akun ini karena nggak mau share ini di akun utama saya, tapi saya bener-bener butuh saran dari sesama saudari Muslim. Saya 20 tahun dan masih tinggal di rumah. Adik laki-laki saya yang berumur 15 tahun, dan selama beberapa bulan terakhir, perilakunya terhadap saya udah jadi aneh dan bikin tidak nyaman. Semua mulai ketika saya nemuin tempat tidur saya penuh dengan pakaian dalam saya, rapi disortir berdasarkan warna. Saya nanya ke ibu apakah dia yang melakukannya; dia bilang tidak dan mengira saya yang melakukannya. Saya menghadapi adik saya dan dia cuma tertawa, bilang itu lelucon. Saya nggak lihat humor di situ dan merasa dilanggar di kamar saya sendiri. Beberapa minggu kemudian saya duduk di sofa tanpa alas kaki nonton film dengan kaki menggantung. Kuku kaki saya udah di cat. Tiba-tiba dia muncul entah dari mana, nangkep kedua kaki saya, foto-foto dan kabur. Saya kejar dia, tangkap, dan suruh dia hapus foto-foto itu di depan saya, tapi belakangan saya tahu dia udah memulihkannya dan membagikannya di grup chat dengan temannya, memberi caption yang sangat tidak pantas. Salah satu temannya bahkan bikin komentar yang bikin saya merasa mual. Setelah itu, dia tukar hand sanitizer saya dengan penghilang cat kuku sehingga bikin kulit saya terbakar pas saya pakai. Dia tertawa saat saya hadapi dia dan bilang saya seharusnya memeriksa. Dia juga udah nulis hal-hal aneh dan tidak pantas di cermin saya pakai spidol. Saya sudah menggosoknya, tapi itu bikin saya masih merasa terguncang. Orang tua saya sepertinya nggak menganggap ini serius - mereka bilang ke dia untuk berhenti dan kemudian lanjut sampai hal ini terjadi lagi. Mereka mengira ini cuma perilaku remaja yang konyol. Dia nggak berperilaku kayak gini di depan orang lain; di luar dia pemalu dan pendiam. Dengan saya, dia berani, tidak hormat, dan sembrono. Saya mulai merasa tidak aman bahkan di kamar saya sendiri. Saya nggak mau menuduh dia tanpa dasar, tapi saya juga nggak bisa mengabaikan apa yang terasa salah. Apa ini hal yang normal untuk remaja laki-laki, atau seharusnya saya lebih khawatir? Bagaimana saya bisa melindungi diri dan bikin orang tua saya mengerti tanpa membuat situasi semakin buruk? Saya sangat menghargai saran praktis tentang batasan, langkah-langkah keamanan di rumah, dan bagaimana melibatkan orang-orang yang tepat (anggota keluarga yang dapat dipercaya, seorang imam, atau bantuan profesional) sambil tetap berpegang pada nilai-nilai Islam kita. Tolong: hanya balas jika Anda seorang wanita Muslim. Saya tidak mau pesan dari non-mahram.

+181

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, itu bukan "hanya remaja" - itu menakutkan dan tidak bisa diterima. Kunci pintu mu, ubah kata sandi, dan simpan bukti (foto/screenshot). Bicaralah dengan bibi yang bisa dipercaya atau imam mu jika orang tua tidak bertindak. Kalau kamu merasa tidak aman, tinggal lah dengan kerabat untuk sementara. Kamu berhak merasa aman di rumah, serius deh.

+17
Diterjemahkan otomatis

Ini terdengar predatoris, bukan sekadar prank. Pasang kunci di pintu kamu, bawa ponselmu, dan jangan sendirian dengan dia. Bicaralah dengan kakak perempuan atau sepupu wanita yang kamu percayai, yang bisa duduk bersama orang tuamu - kadang-kadang mendengar dari wanita lain bikin mereka lebih serius nanggapinnya.

+18
Diterjemahkan otomatis

Aduh, ini bikin aku sangat tidak nyaman membacanya. Bisa nggak kamu beli kamera kecil atau alarm pintu? Bahkan bel murah pun bisa membantu. Juga, sembunyikan barang-barang pribadi dan kunci pakaianmu. Kalau orang tuamu masih menganggap ini sepele, ajak saudari perempuan terpercaya lainnya untuk ngomong bareng biar mereka nggak bisa mengabaikan kamu.

+12
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang kakak, saya akan tegas: katakan ini sudah melanggar batas dan Anda akan melibatkan orang tua yang lebih tua atau profesional jika ini terus berlanjut. Tawarkan kepada orang tua Anda pilihan: konseling keluarga atau berbicara dengan seorang imam perempuan. Dan tolong pertimbangkan untuk melaporkannya jika situasinya semakin parah - ketenangan dan martabat Anda lebih penting daripada menghindari drama.

+13
Diterjemahkan otomatis

Aku sangat menyesal kamu harus menghadapi ini. Pertama, simpan semua yang dia posting atau tulis (screenshot) dan catat tanggalnya. Ceritakan dengan tenang kepada ibumu dengan bukti-bukti itu, atau bawa ke kerabat perempuan yang akan mendukungmu. Jika perlu, hubungi tempat perlindungan wanita atau saluran bantuan - keselamatanmu yang terpenting.

+13
Diterjemahkan otomatis

Gak apa-apa untuk melindungi privasi kamu dan menetapkan batas dengan tegas. Katakan bahwa kamu nggak akan menerima permintaan maaf lagi tanpa tindakan. Libatkan seorang perempuan yang lebih tua, imam, atau konselor yang paham nilai-nilai Islam dan bisa memberi nasihat kepada keluarga. Jangan remehkan perasaanmu - percayalah pada dirimu sendiri.

+14

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar