Pengalaman Jujur Saya dengan Aplikasi Menikah - Perspektif Muslim
Assalamu alaikum, aku mau berbagi pengalaman pribadiku tentang aplikasi pernikahan, semoga bisa membantu seseorang yang juga di jalan yang sama. Selama beberapa bulan terakhir, aku coba hampir sembilan aplikasi berbeda dan bahkan bayar beberapa langganan, berharap bisa menemukan sesuatu yang serius. Setelah menghabiskan waktu, energi, dan uang, aku sadar satu hal penting: banyak dari platform ini bikin kita kehabisan tenaga, mengalihkan pikiran, dan membangun ekspektasi yang nggak realistis. Apa yang dimulai dengan niat tulus bisa berujung kekecewaan. Percakapan sering kali padam, niatnya gak selalu jelas, dan kita mulai merasa lelah. Alih-alih membawa ketenangan, aplikasi ini kadang malah menghilangkannya. Jadi aku memilih untuk menjauh dari semuanya - bukan karena marah, tapi karena merasa lebih jelas. Aku sadar bahwa pencarian yang konstan, geser kanan-kiri, dan menunggu itu mempengaruhi fokus dan imanku. Kadang merelakan adalah pilihan yang paling sehat. Saran sederhana ku untuk siapa pun yang masih menggunakan aplikasi ini: Hati-hati. Jaga hatimu, waktumu, dan imammu. Jika sesuatu mengganggu kedamaianmu atau menjauhkanmu dari Allah, mungkin bijak untuk mundur sedikit. Dan untuk mereka yang masih mencari seperti aku, ingat: “Dan aku serahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya, Allah adalah sebaik-baik pengatur urusan.” (arti yang disesuaikan) “Mungkin Tuhanmu akan memberi yang lebih baik dari apa yang kau hilangkan. Sesungguhnya, kami kembali kepada Tuhan dengan harapan.” (arti yang disesuaikan) Semoga Allah memudahkan segalanya bagi kita semua, memberikan yang terbaik untuk hati kita, dan memberkati kita dengan pasangan yang salih di waktu yang tepat. Alhamdulillah.