Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah membimbingku - Aku sepertinya nggak bisa percaya bahkan saat aku berusaha.

Assalamu alaikum. Saya 18 tahun (perempuan). Saya memeluk Islam saat berusia 11 tahun. Meskipun saya percaya pada Allah, saya sering kesulitan untuk berdoa dan sering memilih untuk tidak melakukannya. Selama bertahun-tahun, saya telah berulang kali melakukan dosa besar tanpa bertobat dengan sungguh-sungguh. Saya tidak menunjukkan banyak empati kepada orang lain, bahkan kepada keluarga saya, dan lebih peduli terhadap apa yang orang lain pikirkan tentang saya. Saya belum konsisten dalam shalat dan ada masa yang lama di mana saya sama sekali tidak berdoa. Saya terus bilang pada diri sendiri bahwa saya akan bertobat nanti dan mengabaikan nasihat ibu saya serta tanda-tanda dari Allah. Semua ini berlanjut selama bertahun-tahun sampai sekitar enam bulan yang lalu, saya merasa apa yang saya percaya sebagai peringatan terakhir yang sangat jelas dari Allah. Itu mengena di hati saya, dan meskipun begitu, saya masih mengabaikannya. Saat itu, saya sudah jatuh dalam banyak dosa sehingga seharusnya sudah jelas untuk memperhatikan peringatan itu, tapi saya ingin menguji apa yang akan terjadi. Saya pergi ke perguruan tinggi dan perilaku itu terus berlanjut. Sekarang saya merasa tidak mampu percaya bahkan saat saya mencoba. Saya mulai membaca tentang Islam dan itu hanya mengonfirmasi bahwa seharusnya saya mendengarkan lebih awal. Seperti yang disebutkan dalam Al-Qur'an, saya hampir tidak memiliki keinginan untuk kembali kepada Allah atau merasakan apa pun untuk hal itu. Situasi saya terasa seperti satu panjang “Saya sudah bilang.” Tolong jangan bilang saya sebenarnya percaya dan itu sebabnya saya menulis-saya jujur: saya tidak. Haruskah saya memaksa diri untuk percaya, atau sebaiknya saya menjauh dari iman? Orang-orang mengatakan kepada saya untuk menerima iman sebelum saya mati, tapi saya merasa menyerah berarti kemenangan bagi Islam dan saya tidak tahu harus berbuat apa. Nasihat yang tulus dan lembut dari sesama Muslim akan sangat berarti. JazakAllah khair.

+169

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku ngerti kamu. Tekanan untuk 'hanya percaya' bikin aku jadi menutup diri sebelumnya. Mungkin fokuslah pada kasih sayang - pintu Allah selalu terbuka. Santai aja, cari saudari atau mentor buat diajak ngobrol, dan coba buat sholat jadi kebiasaan lagi. Jangan anggap dirimu sebagai penyebab yang hilang.

+14
Diterjemahkan otomatis

Salaam saudari, aku pernah merasakannya juga, rasa bersalah dan kebingungan. Jangan paksakan iman - mulailah dari yang kecil: satu doa, satu langkah shalat, satu perbuatan baik. Terkadang tindakan bisa memimpin hati. Jangan menyerah, terus coba dan bersikaplah lembut pada dirimu sendiri. Kamu tidak sendirian. ❤️

+18
Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, ini benar-benar menyentuhku. Aku berhenti berdoa selama bertahun-tahun dan pikir aku juga udah kehilangannya. Yang membantuku adalah memohon petunjuk Allah dengan jujur, meski hatiku terasa kosong. Hal-hal kecil yang konsisten lebih berarti daripada perubahan besar yang dramatis. Berdoalah bahkan ketika kamu tidak merasakannya.

+5
Diterjemahkan otomatis

Ini terasa sangat nyata. Jangan memutuskan untuk pergi hanya karena kamu tidak bisa merasakannya saat ini. Keyakinan bisa lemah dan tumbuh kembali. Terapi membantuku mengurai alasan mengapa aku menghindari iman dan keluarga. Gabungkan kerja batin dengan langkah-langkah kecil dalam ibadah. Mengirim doa dan pelukan.

+11

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar