Diterjemahkan otomatis

Menikah selama 1,5 tahun dan berjuang dengan intimasi - butuh saran, tolong dua.

Assalamu alaikum. Saya sudah menikah sekitar satu setengah tahun yang lalu dalam pernikahan yang diatur, tapi pada dasarnya kita sudah menjalani pernikahan tanpa seks karena suami saya mengalami disfungsi ereksi. Saya memang sudah kehilangan keperawanan dengan dia, tapi setiap kali kita mencoba berhubungan, dia cepat banget kehilangan ereksinya-itu lemah dan tidak bertahan lama. Di luar itu, dia penyayang, romantis, dan memenuhi kebutuhan saya dalam segala hal, jadi saya tidak mau buru-buru melepaskan itu. Saya sudah minta dia untuk pergi ke dokter, tapi ngomongin itu susah sekali. Dia jadi tertutup, bilang dia akan pergi, kita berdebat, terus baikan, dan gak ada yang pernah terjadi. Saya belum bilang ke keluarga saya karena saya peduli padanya dan gak mau mereka punya ide-ide yang bisa merusak pernikahan kita. Saya ingin menyelamatkan pernikahan ini tapi saya gak tahu caranya. Awalnya libido saya tinggi, tapi sekarang saya gak merasa bersemangat. Pikiran saya terus berputar - saya khawatir dia mungkin gay atau dia sudah tahu tentang ini dan menyembunyikannya sebelum menikah. Saya takut rasa pahit itu semakin memburuk. Kadang-kadang pelukannya terasa seperti dia butuh kenyamanan lebih dari hubungan seksual, dan saya mulai kehilangan ketertarikan. Saya tahu Islam memperbolehkan perceraian, dan saya sudah memikirkan itu bahkan sudah nanya dia apakah dia berpikir pernikahan ini bisa bertahan; dia bilang ya, tapi saya tidak melihat dia mengambil langkah untuk membantu dirinya sendiri. Saya juga khawatir jika saya pergi, apakah saya akan menemukan seseorang dengan kualitas baik seperti dia. Saya merasa depresi dan marah kadang-kadang dan terus minta Allah untuk memberi petunjuk dan bantuan. Kalau ada yang punya saran tulus - terutama pendekatan Islami, praktis, atau medis tentang bagaimana mendorong dia untuk mencari bantuan, bagaimana mengatasi keintiman bersama, atau bagaimana menghadapi secara emosional sambil menjaga pernikahan - tolong bagikan. Jazakum Allah khair.

+278

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ini sangat menyentuh. Saran saya: mulailah dengan terapi pasangan atau dokter yang pengertian bersama. Jadikan ini tentang kerja sama, bukan saling menyalahkan. Dan teruslah berdoa - tapi juga jaga hati kamu, sis. Kamu juga berhak atas keintiman dan kejujuran.

+6
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan cinta. Bisa coba tanya dia tentang kemungkinan penyebabnya seperti stres, tidur, obat-obatan, atau depresi - itu bikin lebih terfokus ke masalah kesehatan. Kalau dia masih nggak mau bertindak, pikirkan untuk bicara dengan imam atau konselor untuk dapat arahan. Jangan sampai kehilangan dirimu menunggu.

+8
Diterjemahkan otomatis

Saya setuju dengan yang lainnya: buat bantuan medis terasa normal dan tanpa penilaian. Mungkin jadwalkan janji umum bersama dan biarkan dokter yang membahasnya. Dan simpan jurnal tentang perasaanmu agar tetap waras saat semuanya berkembang. Berdoa untukmu.

+8
Diterjemahkan otomatis

Jujur, aku juga akan khawatir. Masalah ereksi itu umum dan sering bisa diobati, tapi dia harus mau menerima bantuan. Kalau dia nggak mau, tetapkan batasan untuk kesehatan emosionalmu. Dua dan terapi bisa berjalan bersamaan. Kamu berhak untuk melindungi hatimu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum, aku sangat menyesal kamu harus melalui ini. Mungkin coba frame sebagai pemeriksaan kesehatan untuk kalian berdua, bukan untuk saling menyalahkan. Dorongan yang lembut dan konsisten serta catatan dari kerabat perempuan yang terpercaya atau dokter mungkin bisa membantunya menerima perawatan. Mengirim doa untuk kemudahan dan kejelasan.

+10
Diterjemahkan otomatis

Saya sarankan langkah-langkah kecil: usulkan pemeriksaan umum, sebutkan stres atau obat sebagai kemungkinan penyebab, dan puji dia saat dia mulai terbuka. Kalau dia menolak, pertimbangkan untuk berbicara dengan seorang wanita bijaksana yang kalian俩 percayai. Doakan kamu, saudariku.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar