Post panjang: Butuh saran tentang cara membantu kakakku memperbaiki hubungan yang rusak dengan ibu kami - assalamu alaikum
Assalamu alaikum. Saya butuh panduan tentang cara mendorong adik saya untuk memperbaiki hubungannya dengan ibu kami. Saya akan coba singkat tetapi jujur. Ibu kami bukan orang tua yang sempurna, tapi dia sudah melakukan yang terbaik sesuai dengan latar belakang dan budaya yang dia miliki. Untuk latar belakang: dia tumbuh di desa pedesaan di Timur Tengah, masuk ke dalam pernikahan yang diatur saat remaja, dikirim ke negara Barat yang tidak dia kenal tanpa keluarga dan tanpa kemampuan bahasa, dan harus membesarkan banyak anak dengan sedikit dukungan. Dia mengalami trauma - mertua sering menyalahkannya ketika ada yang tidak beres, dan ayah saya kadang-kadang punya masalah seperti ketidaksetiaan dan kekerasan. Sejarah itu tidak membenarkan segalanya, tapi itu membantu menjelaskan batasan-batasannya dan cara dia mengatasinya. Adik saya lahir di Barat, berpendidikan universitas, devout, pakai hijab, sholat, dan membaca Al-Quran. Meski begitu, dia tidak menerima masa lalu ibu kami sebagai alasan mengapa dia kadang bertindak seperti itu. Ibu kami tidak pernah secara fisik menyakiti; yang terburuk adalah kata-kata kasar, mempermalukan, membuat merasa bersalah, dan kesalahpahaman dalam argumen. Meskipun begitu, ibu kami biasanya mau untuk tenang dan membicarakan semuanya setelahnya. Adik saya memiliki pola memutuskan hubungan dengan kerabat karena perselisihan, dan sekarang dia sama sekali tidak berbicara dengan ibu kami sudah lebih dari setahun. Ketika kami tinggal bersama awal tahun ini, adik saya akan melewati ibu kami seolah-olah dia tidak ada. Ibu kami tidak ingin memaksa kontak; dia hanya ingin tahu anaknya aman dan terurus. Ironisnya, adik saya pernah meninggalkan rumah mendadak ke tempat teman dan menghilang selama dua bulan, kembali setelah perselisihan lain dengan teman itu. Baru-baru ini ibu kami pindah tinggal dengan kakak kami dan anak-anaknya. Adik saya masih menolak untuk berkunjung atau mencoba untuk berdamai, dan percaya bahwa ibu kami yang seharusnya datang kepadanya untuk meminta maaf. Ketika saya mengingatkannya tentang pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan (memutuskan hubungan dengan kerabat sudah sangat dilarang dalam Sunnah dan Al-Quran), adik saya bersikeras bahwa peringatan itu berlaku untuk mertua, bukan kerabat darah, dan dia yakin bahwa pendapatnya didukung oleh teks-teks agama. Saya bingung tentang bagaimana menjangkau dia dengan cara yang lembut dan berakar pada Islam. Apakah ada yang tahu ayat-ayat Al-Quran, hadits, ceramah, buku, atau pengalaman pribadi yang bisa membantu adik saya melihat nilai mendekati ibu kami dengan kesabaran, kerendahan hati, dan kasih sayang? Saya berharap mendapatkan sumber atau frasa yang bisa saya gunakan yang tidak terdengar menghakimi tetapi mengarah pada penekanan Nabi tentang menghormati orang tua dan menjaga hubungan keluarga. JazakAllahu khayr untuk segala bantuan atau saran.