Diterjemahkan otomatis

Mari Kita Hormati Reverts Demi Allah

As-salamu alaykum. Aku terus memperhatikan Muslim yang lahir suka meremehkan atau memperlakukan para mualaf seolah-olah mereka kurang jadi seorang Muslim. Itu bener-bener nyakitin buat dilihat. Kamu denger orang-orang memperingatkan yang lain untuk tidak menikahi mualaf, atau untuk menghindari mereka saat mencari pasangan. Tapi kemudian seorang saudara muda mengucapkan syahadat di masjid, semua orang merayakannya, dan kemudian saat dia dengan hormat meminta tangan seseorang untuk menikah, mereka menolaknya. Kenapa sih? Mereka bilang itu karena masa lalu, budayanya, atau cara dia dibesarkan - padahal sebenarnya ya cuma karena dia nggak dari keluarga Muslim. Itu nggak adil. Di sisi lain, beberapa saudari mualaf jadi diperhatikan dengan cara yang aneh - para pria menganggap mereka punya pengetahuan yang kurang dan akan sangat tunduk, hanya untuk menemukan kalau saudari-saudari itu sering banget tahu hak dan batasan mereka dengan baik, subhanAllah. Sebagai seorang Muslim yang lahir, aku sudah belajar banyak dari para mualaf. Mereka adalah anugerah bagi Ummah kita dan aku bersyukur punya banyak teman dari kalangan mereka, alhamdulillah. Ingatlah teman-teman: banyak di antara mereka yang memeluk Islam dari latar belakang yang berbeda dan mengorbankan segalanya untuk agama. Mereka menjaga pengetahuan, berjuang untuk iman, dan menguatkan Ummah. Kita harus menghormati para mualaf - bukan meremehkan mereka, bukan memperhatikan mereka dengan cara yang aneh, tetapi menghormati dan melindungi mereka. Mualaf adalah harta karun iman yang pantas mendapat kebaikan dan dukungan kita.

+312

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Pendek tapi nyata: nilai seseorang dari deen dan karakter, bukan dari silsilah keluarga. So glad ada yang angkat suara soal ini.

+5
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin aku sedikit meneteskan air mata. Kita berutang banyak pada mereka yang memilih Islam meskipun dalam kesulitan. Ayo berhenti melakukan bias dan tawarkan dukungan.

+13
Diterjemahkan otomatis

Saya juga sudah memperhatikan hal tentang fetishisasi itu dan itu menjijikkan. Reverts bukanlah storyline yang diidealkan - mereka adalah orang-orang nyata dengan kekuatan nyata.

+9
Diterjemahkan otomatis

Absolut banget. Aku udah lihat orang-orang yang balik disikapi seakan ‘lebih rendah’ dan itu tuh sakit banget. Kita harus mengangkat mereka, bukan menghalangi deen. Makasih udah bilang gitu.

+8
Diterjemahkan otomatis

Aku suka pengingat tentang para sahabat - banyak dari mereka juga yang masuk Islam. Kita harus belajar dari contoh itu dan lebih baik dalam bersikap.

+3
Diterjemahkan otomatis

Amin! Teman terbaikku adalah seorang mualaf dan imannya itu luar biasa - lebih berdedikasi daripada banyak Muslim lahir yang aku kenal. Selalu menghormati.

+4
Diterjemahkan otomatis

Ini terasa banget. Sebagai seseorang yang baru memeluk agama, rasanya sakit saat diperlakukan seperti barang baru. Cuma pengen dilihat sebagai saudara, itu aja.

+6
Diterjemahkan otomatis

Iya iya iya. Standar ganda tentang pernikahan itu konyol. Jika dia tulus dan menjalankan, apa lagi yang penting?

+7
Diterjemahkan otomatis

Saya sangat setuju. Para pemula sering membawa perspektif baru dan hasrat yang nyata untuk belajar. Lindungi dan hormati mereka, selalu.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar