Mari Kita Hormati Reverts Demi Allah
As-salamu alaykum. Aku terus memperhatikan Muslim yang lahir suka meremehkan atau memperlakukan para mualaf seolah-olah mereka kurang jadi seorang Muslim. Itu bener-bener nyakitin buat dilihat. Kamu denger orang-orang memperingatkan yang lain untuk tidak menikahi mualaf, atau untuk menghindari mereka saat mencari pasangan. Tapi kemudian seorang saudara muda mengucapkan syahadat di masjid, semua orang merayakannya, dan kemudian saat dia dengan hormat meminta tangan seseorang untuk menikah, mereka menolaknya. Kenapa sih? Mereka bilang itu karena masa lalu, budayanya, atau cara dia dibesarkan - padahal sebenarnya ya cuma karena dia nggak dari keluarga Muslim. Itu nggak adil. Di sisi lain, beberapa saudari mualaf jadi diperhatikan dengan cara yang aneh - para pria menganggap mereka punya pengetahuan yang kurang dan akan sangat tunduk, hanya untuk menemukan kalau saudari-saudari itu sering banget tahu hak dan batasan mereka dengan baik, subhanAllah. Sebagai seorang Muslim yang lahir, aku sudah belajar banyak dari para mualaf. Mereka adalah anugerah bagi Ummah kita dan aku bersyukur punya banyak teman dari kalangan mereka, alhamdulillah. Ingatlah teman-teman: banyak di antara mereka yang memeluk Islam dari latar belakang yang berbeda dan mengorbankan segalanya untuk agama. Mereka menjaga pengetahuan, berjuang untuk iman, dan menguatkan Ummah. Kita harus menghormati para mualaf - bukan meremehkan mereka, bukan memperhatikan mereka dengan cara yang aneh, tetapi menghormati dan melindungi mereka. Mualaf adalah harta karun iman yang pantas mendapat kebaikan dan dukungan kita.