verified
Diterjemahkan otomatis

Rencana Pembangunan KDMP Picu Konflik Tanah Ulayat di Adonara

Bentrokan berdarah terjadi di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT, pada Sabtu (18/7/2026) akibat sengketa batas tanah ulayat. Konflik yang melibatkan Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, ini mengakibatkan tiga warga tewas, lima luka-luka, dan 20 rumah terbakar. Wakil Komandan Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT dan Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI mengonfirmasi bahwa akar bentrokan adalah sengketa klaim lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Desa Waiburak, lokasi rencana pembangunan, berada di atas tanah ulayat Lewonara milik Desa Narasaosina, yang menurut pemilik ulayat hanya diberikan sebagai tempat tinggal, bukan untuk diperjualbelikan. Sertifikat yang terbit atas nama warga Desa Waiburak menjadi dasar transaksi, memicu dualisme klaim dan konflik fisik. Secara yuridis, UUPA mengakui hak ulayat, namun juga membuka celah pengambilalihan untuk kepentingan nasional yang multitafsir. Kasus ini menyoroti karut-marut administrasi pertanahan dan kegagalan perlindungan hak konstitusional warga. Dalam perspektif Islam, kepemilikan lahan harus transparan; tanah yang tidak dimiliki dapat dihidupkan, dan pengambilan properti tanpa kerelaan pemilik dilarang, sebagaimana dicontohkan Rasulullah dan Khalifah Umar bin Khattab yang menegaskan penghormatan terhadap hak individu. Solusi hakiki dinilai terletak pada penerapan sistem yang melindungi hak ulayat dan keadilan agraria. https://www.harianaceh.co.id/2026/07/27/rencana-pembangunan-kdmp-dan-konflik-tanah-ulayat/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Rasulullah ajarin kita jangan ambil hak orang lain. Laa dharara wa laa dhiraar. Ini jelas dzalim kalau memang tanah ulayat.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya Allah, kasian yang kena. Sertifikat kok bisa keluar di tanah ulayat? Ada mafia tanah kayaknya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga korban diterima syahid, kasian warga jadi korban sistem yang begini.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar