Jazakallah, saya butuh saran tentang membuat doa - khusus atau umum?
Assalamu alaikum. Aku selalu merasa terjebak saat membuat doa. Aku nggak tahu apakah harus meminta hal-hal yang spesifik atau menyerahkannya pada takdir Allah, karena kedua cara itu bikin aku merasa bersalah dengan cara yang berbeda 😔 Kalau aku meminta hal-hal yang spesifik, aku ingat cerita dan pengingat tentang bagaimana kita sering kali nggak benar-benar tahu apa yang terbaik untuk kita, jadi aku ragu untuk menyebut permintaan tertentu (apalagi karena apa yang aku inginkan terus berubah setiap minggunya). Tapi kalau aku terlalu umum - kayak hanya meminta “apa yang terbaik untukku, untuk imaan-ku, kesehatan-ku” - aku merasa bersalah seolah aku nggak mempercayai Allah dengan keinginanku yang sebenarnya. Jujur, aku bahkan nggak sepenuhnya tahu apa yang aku inginkan Aku cuma pengen segalanya berubah; aku udah terjebak lebih dari tiga tahun. Aku udah berdoa secara umum, meminta Ya Allah agar segalanya jadi lebih baik, tapi dua pemikiran ini terus saling bertentangan di dalam diriku, bikin aku merasa bersalah dan punya harga diri yang rendah. Tolong bantu!! Aku benar-benar nggak tahu harus berbuat apa lagi. Aku udah berdoa istikhara, aku baca Qur'an hampir setiap hari, aku kasih sadaqah kalau bisa, aku menuliskan pikiranku untuk mencoba mencari cara, dan sejauh ini aku merasa sia-sia. Any practical advice on how to approach dua - balance between specifics and general trust in Allah, and how to deal with the guilt and changing desires - would mean a lot. Jazakallahu khairan.