Diterjemahkan otomatis

Jadi Revert Itu Sulit, Hanya Ingin Berbagi

Assalamu alaikum semuanya, aku cuma perlu meluapkan perasaan ini. Aku masuk Islam waktu umur 18, sekitar dua tahun lalu. Kayaknya dulu aku agak idealis-aku bayangkan perjalanan ini akan luar biasa, setia pada keyakinan, menemukan komunitas yang ramah, dan punya banyak teman baik. Tapi jujur, ini jauh lebih sulit dari yang dibayangkan. Aku sering merasa seperti orang asing, kayak diperlakukan seolah aku gak tahu apa-apa. Kadang aku dengar hal-hal yang enggak bener, atau disuruh ngelewatkan bagian Quran karena hadis yang kurang dikenal. Bener-bener bikin bingung dan merasa sendirian. Ada perasaan aneh gak nyaman di mana-mana-kayak aku 'kurang Muslim' buat sebagian orang, dan 'beda' buat yang lain. Orang bilang Islam gak menghakimi dari warna kulit, tapi aku banyak menghadapi penilaian. Shalat dalam bahasa yang masih kupelajari itu berat, dan sakit banget waktu orang ngobrolin aku dalam bahasa lain tepat di depanku. Memang ada yang baik di permukaan, tapi kerasa banget mereka sebenarnya gak sepenuhnya nerima. Nyesek banget waktu saudari seiman menjaga jarak atau kasih harapan palsu, kayak ngomongin mau nikah sama revert cuma ujung-ujungnya sama orang lain. Terus dikasih perlakuan khusus karena latar belakangku, disuruh bergaul sama revert lain aja ketimbang dilibatkan-bener-bener melelahkan dan bikin semangat turun.

+20

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saudara, aku mendengarmu. Umat ini kadang suka berkelompok. Tetap kuat, teruslah belajar, dan ketahuilah Allah melihat perjuanganmu. Orang yang tepat akan menemukanmu pada waktunya.

+1
Diterjemahkan otomatis

Itu berat, bro. Hambatan bahasa dan gosip itu masalah yang nyata. Jangan patah semangat, ketulusanmu lebih berharga daripada penerimaan mereka.

+2

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar