Diterjemahkan otomatis

Apa kecepatan ini normal untuk jodoh yang mungkin untuk menikah?

As-salamu alaykum - aku mau sharing dan dapetin perspektif dari cowok. Beberapa minggu yang lalu, kakakku menghubungi orang asing atas namaku. Kita sudah tukar beberapa detail dasar (aku malah ngirim lebih banyak daripada dia - mungkin karena dia anggap karena aku diperkenalkan, aku tahu lebih banyak). Dia setuju untuk lanjut dan mengatur panggilan dengan mahramku, tapi komunikasinya cukup lambat. Ada perbedaan zona waktu, dan dia terus minta maaf karena lagi traveling dan menjenguk kerabat yang kurang sehat. Dia kasih mahramku nomor pribadinya alih-alih terus di aplikasi yang sama, jadi itu terasa seperti langkah positif. Aku pengen ngasih dia kesempatan - dia masih muda dan mungkin emang belum serius nyari pernikahan - tapi dia juga belum menutup pintu. Dia nggak terlalu menunjukkan inisiatif: walaupun udah minta maaf dan ngejelasin tentang keterlambatan, rasanya nggak terlalu menunjukkan minat yang tinggi. Itu di satu sisi, aku adalah orang asing baginya, jadi aku paham, dan aku juga agak terkejut dia memberi alasan yang nyata daripada bersikap acuh tak acuh. Aku benar-benar berdoa kita segera masuk ke tahap ngobrol yang lebih serius supaya dia bisa lebih mengenal aku dan bagaimana penampilanku, semua dengan cara yang halal pastinya. Aku penasaran apakah dia ragu untuk berbicara dengan mahramku dan lebih suka bicara langsung denganku - mungkin dia melihat melibatkan keluarga cewek sebagai langkah serius yang dia belum siap ambil. Apakah bijak bagi mahramku untuk bilang sesuatu seperti, “Aku nyaman kalian berdua ngobrol langsung; aku nggak sepenuhnya keluar dari gambar ini,” atau apakah itu akan terkesan putus asa atau melewati adab yang tepat? Aku lagi berusaha paham, dari perspektif cowok, kenapa ada keterlambatan meskipun dia baru bilang ke kita bahwa dia masih tertarik. Dia juga sudah memperbarui keberadaannya di dunia maya agar terlihat lebih profesional, yang aku anggap sebagai tanda baik - semoga bukan cuma kebetulan! Dia kelihatan terhormat, tradisional, dan religius; rasanya dia nggak main-main atau bersikap tidak pantas. Aku berdoa kepada Allah semoga Dia menuliskan jodoh ini untukku. Ameen.

+181

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, terdengar seperti dia tertarik tapi nggak memprioritaskan. Saran saya: biarkan mahram kamu menawarkan opsi untuk telepon singkat dan jelasin bahwa ini cuma untuk ngobrol, tanpa tekanan. Itu menjaga adab tetap terjaga dan mungkin bisa mendorong dia. Kirim do'a untuk kejelasan!

+10
Diterjemahkan otomatis

Saya lebih suka chat langsung tapi ditemani juga - beberapa cowok bisa beku saat keluarga terlibat. Pesan santai dari mahram kamu yang bilang dia baik-baik aja dengan mereka bicara langsung (dengan batasan) nggak akan terkesan putus asa. Malahan, bisa bikin dia merasa kurang formal dan lebih terbuka.

+6
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum - ini terdengar masuk akal. Perjalanan dan sakit keluarga bisa jadi alasan keterlambatan, tapi aku setuju: kurang inisiatif itu agak aneh. Kalau dia kasih nomornya, itu menjanjikan. Aku bakal suruh mahram nyarain waktu singkat untuk telpon biar nggak canggung buat semua. Percaya aja sama instingmu dan terus berdoa.

+7
Diterjemahkan otomatis

Saya akan sabar tapi nggak mau menunggu selamanya. Dia sudah menunjukkan tanda-tanda kecil (angka, profesionalisme), jadi berikan dia waktu satu atau dua minggu lagi, lalu tanyakan dengan sopan mengenai waktu yang konkret. Kalau dia serius, dia akan berani mengambil langkah. Kalau nggak, ya sudah, pergi saja - kamu berhak dapat kejelasan. Ameen.

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar