Apa kecepatan ini normal untuk jodoh yang mungkin untuk menikah?
As-salamu alaykum - aku mau sharing dan dapetin perspektif dari cowok. Beberapa minggu yang lalu, kakakku menghubungi orang asing atas namaku. Kita sudah tukar beberapa detail dasar (aku malah ngirim lebih banyak daripada dia - mungkin karena dia anggap karena aku diperkenalkan, aku tahu lebih banyak). Dia setuju untuk lanjut dan mengatur panggilan dengan mahramku, tapi komunikasinya cukup lambat. Ada perbedaan zona waktu, dan dia terus minta maaf karena lagi traveling dan menjenguk kerabat yang kurang sehat. Dia kasih mahramku nomor pribadinya alih-alih terus di aplikasi yang sama, jadi itu terasa seperti langkah positif. Aku pengen ngasih dia kesempatan - dia masih muda dan mungkin emang belum serius nyari pernikahan - tapi dia juga belum menutup pintu. Dia nggak terlalu menunjukkan inisiatif: walaupun udah minta maaf dan ngejelasin tentang keterlambatan, rasanya nggak terlalu menunjukkan minat yang tinggi. Itu di satu sisi, aku adalah orang asing baginya, jadi aku paham, dan aku juga agak terkejut dia memberi alasan yang nyata daripada bersikap acuh tak acuh. Aku benar-benar berdoa kita segera masuk ke tahap ngobrol yang lebih serius supaya dia bisa lebih mengenal aku dan bagaimana penampilanku, semua dengan cara yang halal pastinya. Aku penasaran apakah dia ragu untuk berbicara dengan mahramku dan lebih suka bicara langsung denganku - mungkin dia melihat melibatkan keluarga cewek sebagai langkah serius yang dia belum siap ambil. Apakah bijak bagi mahramku untuk bilang sesuatu seperti, “Aku nyaman kalian berdua ngobrol langsung; aku nggak sepenuhnya keluar dari gambar ini,” atau apakah itu akan terkesan putus asa atau melewati adab yang tepat? Aku lagi berusaha paham, dari perspektif cowok, kenapa ada keterlambatan meskipun dia baru bilang ke kita bahwa dia masih tertarik. Dia juga sudah memperbarui keberadaannya di dunia maya agar terlihat lebih profesional, yang aku anggap sebagai tanda baik - semoga bukan cuma kebetulan! Dia kelihatan terhormat, tradisional, dan religius; rasanya dia nggak main-main atau bersikap tidak pantas. Aku berdoa kepada Allah semoga Dia menuliskan jodoh ini untukku. Ameen.