Apakah AS mendorong perubahan rezim di Venezuela - dan mengintervensi di tempat lain? Assalamu alaikum
Assalamu alaikum. Saya udah baca tentang ketegangan di Venezuela dan mau share sedikit pemikiran.
Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, menuduh Amerika Serikat menciptakan kampanye berkepanjangan terhadap pemerintahannya saat kapal USS Gerald R Ford mendekati perairan Venezuela. AS bilang, pengerahan ini mengikuti serangan terhadap kapal-kapal yang mereka klaim terlibat dalam perdagangan narkoba dan terkait dengan geng Tren de Aragua. Venezuela membantah klaim ini dan bilang bahwa mereka tidak memproduksi daun kokain. Para ahli juga mencatat bahwa sebagian besar kokain yang menuju AS berasal dari Kolombia, Peru, dan Bolivia, dan rutenya sering lewat negara lain, bukan lewat Venezuela.
Venezuela bahkan menunda kesepakatan gas dengan Trinidad dan Tobago setelah negara itu menyambut kapal perang AS lainnya. Sampai sekarang, AS belum memproduksi bukti yang jelas secara publik bahwa kapal-kapal yang mereka serang memang membawa narkoba; serangan ini dilaporkan telah menewaskan orang dan menimbulkan alarm di kawasan.
Ada spekulasi yang semakin berkembang bahwa AS berusaha mendorong pergantian rezim di Venezuela. Tapi ini bukan satu-satunya tempat di mana pemimpin Washington ikut campur dalam urusan dalam negeri negara lain. Presiden juga udah secara publik mengomentari atau mengambil langkah yang berpengaruh pada Brasil, India, Israel, dan Argentina.
AS telah membangun kehadiran militer yang signifikan di Karibia, bilang ini untuk melindungi keamanan dan menghentikan “invasi” geng narkoba. Ada laporan bahwa presiden mempertimbangkan opsi darat dan mengizinkan operasi rahasia. Para analis mengemukakan beberapa motif: menarik dukungan domestik yang menuntut tindakan lebih keras terhadap narkoba dan migrasi; membatasi pengaruh kekuatan global lain di kawasan; dan mendapatkan alat tawar seperti keringanan sanksi atau lisensi minyak untuk mendapatkan konsesi politik.
Cadangan minyak Venezuela jadi bahan pembicaraan, meskipun banyak minyak mentah negara itu sangat berat dan butuh investasi besar agar bisa sepenuhnya menguntungkan. Kontrol atas siapa yang bisa berinvestasi, mengangkut, mengasuransikan, dan menyuling minyak Venezuela bisa jadi berfungsi sebagai alat pengaruh lebih dari sekadar penyitaan sumber daya.
Para pengamat bilang gaya kebijakan luar negeri ini-tekanan publik, alat ekonomi, dan diplomasi pribadi-telah konsisten dan cenderung memberi semangat pada pendukung inti tanpa harus memenangkan pemilih independen atau pemilih muda.
Contoh intervensi atau tekanan terbaru termasuk: retorika yang kuat dan langkah-langkah perdagangan terkait Brasil di tengah sidang politik di sana; tarif dan tekanan publik pada India terkait hubungan energinya dengan Rusia; pujian publik dan pelobbyan untuk pemimpin Israel; dan dukungan serta keterlibatan diplomatik dengan kepemimpinan baru Argentina, diiringi pembicaraan tentang dukungan finansial.
Gerakan ini mencerminkan pendekatan transaksional: menggunakan tuas ekonomi dan diplomatik, menunjukkan ketegasan, dan mencoba membentuk hasil di ibukota asing. Bagi orang-orang yang khawatir tentang stabilitas regional, situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kompetisi kekuatan besar, kepentingan energi, dan politik domestik di AS membentuk kebijakan terhadap Amerika Latin dan seterusnya.
Apa pendapatmu-apakah ini lebih tentang keamanan, politik domestik, atau geopolitik? Terima kasih udah baca.
https://www.aljazeera.com/news