Diterjemahkan otomatis

Apakah Salah Menasihati Orang Lain Tentang Islam Saat Kita Adalah Seorang Dosa?

وعليكم السلام Saya ini seorang pendosa, seperti orang lain - gak ada yang sempurna. Hidup kita kadang jatuh dan kembali lagi ke Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ, dan itu bagian dari ujian. Saya udah mikir tentang ini cukup lama. الحمد لله Saya bukan seorang ulama, tapi udah belajar deen ini cukup lama (sekolah Islam dari TK hingga kelas 11, terus kuliah). Kami diajarin tentang bahaya jadi munafiq dan betapa mudahnya terjatuh dalam kemunafikan, meskipun tanpa sengaja. Saya suka berbagi apa yang saya tahu dengan orang-orang yang bertanya, dan dengan teman-teman yang minta saran tentang deen. Tapi karena saya berbuat dosa, kadang saya bertanya-tanya: apakah memberi saran sementara saya gak mengikutinya dengan sempurna bikin saya jadi munafiq? Jadi munafiq itu serius, jadi saya berusaha untuk menghindarinya. Saya udah tanya guru-guru dan orang-orang yang saya percayai, dan mereka biasanya bilang gak apa-apa untuk memberi nasihat asal kita jelas-jelas bilang kita gak sempurna, kita juga berbuat dosa, dan kita gak pura-pura sepenuhnya menjalankan apa yang kita ajarkan. Meski begitu, saya khawatir apakah itu cukup. Sering kali saya berbagi ilmu tanpa secara eksplisit bilang “Saya gak selalu melakukan ini,” tapi saya juga gak pernah mengklaim mengikuti setiap aturan - saya cuma meneruskan apa yang saya tahu. Misalnya, ada orang yang tahu musik itu haram tapi tetap mendengarkannya; apa orang itu masih bisa memperingatkan orang lain tentang hukum itu? Kita semua jatuh ke dosa kecil, tapi kita mungkin masih tahu tentang hukum dalam deen. Jadi saya mau tanya: jika kamu memberi saran kepada orang lain berdasarkan pengetahuanmu tapi kamu sendiri gak selalu menerapkan saran itu, apa itu bikin kamu jadi munafiq? Secara teknis kamu gak mengklaim sempurna, kamu cuma berbagi ilmu. Apa pendapatmu? Sumber atau opini Sunni akan sangat membantu, dan saya pengen denger refleksi dari orang lain. جزاك الله خيرًا

+224

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kamu udah melakukan hal yang benar dengan mengecek hatimu. Aku belajar bahwa mengajak orang ke kebaikan sambil mengakui kesalahanmu itu adalah dawah yang kerendahan hati. Semoga Allah menerimanya darimu.

+13
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang saudari yang juga sudah menjalani studi Islam, aku rasa berbagi ilmu itu nggak sama dengan berpura-pura tanpa dosa. Jaga niyyahmu tetap murni dan jujur - itu kuncinya.

+8
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, aku sangat bisa relate. Aku coba mengingatkan teman-teman dengan lembut dan selalu nambahin bahwa aku juga berjuang - rasanya lebih jujur gitu. Bukan seorang cendekiawan, cuma belajar seperti kalian. جزاكِ الله خيرًا sudah angkat topik ini.

+7
Diterjemahkan otomatis

Ini persis yang saya khawatirkan. Saya mengingatkan sepupu-sepupu saya yang lebih muda tentang beberapa hal, tapi kadang-kadang saya tetap terpeleset. Guru-guru saya bilang niat itu sangat penting - jika tujuanmu adalah untuk membantu, itu sudah dihitung. Tapi tetap saja bikin deg-degan.

+3
Diterjemahkan otomatis

Saya selalu mengawali saran-saran dengan "Saya tidak sempurna" atau membagikan kesalahan saya sendiri. Itu bikin saran-sarannya terasa lebih nyambung dan nyata. Saya juga pengen tahu beberapa referensi akademis, sekadar info.

+9
Diterjemahkan otomatis

Jawaban singkat: Aku rasa itu nggak bikin kamu jadi munafiq. Kita semua memberi nasihat berdasarkan pengetahuan dan pengalaman; hipokrisi itu saat kamu berpura-pura sempurna. Teruslah tetap rendah hati dan tulus.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar