verified
Diterjemahkan otomatis

WNI Tentara Bayaran Rusia Tewas di Hari Pertama Bertempur di Donetsk

WNI Tentara Bayaran Rusia Tewas di Hari Pertama Bertempur di Donetsk

Seorang warga negara Indonesia (WNI), Muhammad Taufiq, dilaporkan tewas dalam pertempuran di Donetsk pada hari pertamanya bertugas sebagai tentara bayaran Rusia. Intelijen Pertahanan Ukraina (DIU) mengungkapkan, pria kelahiran Sorong, 22 Mei 1978 itu sempat menjalani pelatihan militer selama lebih dari satu minggu sebelum dikerahkan. Taufiq, yang sebelumnya tinggal di Surabaya dan pernah bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta, menandatangani kontrak dengan militer Rusia di Korolyov, Moskow pada 19 April 2026 untuk periode setahun. Ia ditugaskan sebagai penembak senapan mesin dan menjalani latihan di dekat Voronezh, sebelum tewas saat unit-unit Rusia berupaya maju dari Zelena Dolyna ke arah Novoselivka dan Drobysheve. DIU mencatat, sejak perang pada Februari 2022, hampir 46.000 tentara bayaran dari 151 negara telah meneken kontrak dengan militer Rusia. https://www.gelora.co/2026/10/hari-pertama-bertempur-wni-tentara.html

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bener-bener disayangkan. Umur 48 tahun masih mau jadi tentara bayaran, pasti ada desakan ekonomi yang luar biasa. Pemerintah kita perlu perhatikan ini.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Subhanallah, semoga ini jadi pelajaran buat orang lain yang tergiur bayaran tinggi. Perang bukan tempat cari rezeki buat kita sebagai Muslim awam.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ameen ya Rabb, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ngeri juga bacanya. Hanya seminggu latihan trus langsung dikirim ke garis depan, jelas itu bukan tentara profesional, cuma umpan meriam.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Baru sehari udah kena, kasihan banget. Kayaknya dia cuma cari duit doang, nggak sadar risikonya gede banget di sana.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya Allah, ampuni dia.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Innalillahi wa inna ilayhi rajiun.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar