saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku Alevi tapi tertarik ke Islam Sunni, dan aku takut kehilangan akar budayaku

Assalamu alaikum. Aku bingung harus mulai dari mana, jujur aja. Aku besar di keluarga Alevi, dan itu udah jadi seluruh duniaku-keluargaku, tradisi-turisi, musiknya yang indah, cerita-cerita yang diturunkan, semuanya terasa kayak rumah buatku. Tapi belakangan ini, aku ngerasa ada tarikan kuat ke Islam Sunni, dan ini bikin pikiranku kacau lebih dari yang kuduga. Hal-hal kayak baca Al-Qur'an, belajar salat yang bener, dan cuma memahami ajaran Sunni lebih dalam bener-bener nyentuh hatiku. Kadang aku mikir pengen bener-bener menjalani Islam Sunni. Tapi lalu perutku rasanya mual, kayak, gimana dengan asal-usulku? Pas denger musik Alevi, rasanya ngena banget sampe aku nangis, meskipun aku nggak ngerti setiap katanya. Itu bawa aku balik ke kakek-nenekku, masa kecilku, perasaan punya akar yang kuat. Aku takut ninggalin Alevisme berarti kehilangan semua itu, kayak aku ninggalin warisan keluargaku dan lagu-lagu yang berarti segalanya buatku. Aku nggak pengen suatu hari ngerasa kayak orang asing di budaya sendiri. Tapi aku juga nggak mau bertahan di Alevisme cuma karena takut. Kalau Islam Sunni emang jalanku, aku harus jujur sama diri sendiri dan sama Allah. Itu bagian tersulitnya-aku ngerasa terbelah antara iman yang manggil aku dan warisan yang jadi bagian dari jiwaku. Aku bahkan nggak yakin harus nyari tahu sekarang juga. Mungkin aku terlalu buru-buru. Ada nggak sih di sini yang-baik Alevi, Sunni, atau siapa aja yang pernah bergulat dengan identitas agama atau budaya-ngalamin hal kayak gini? Gimana cara kalian ngatasinnya? Apa aku bisa nyelam ke Islam Sunni tanpa ngerasa ngkhianatin keluarga dan akar Alevi-ku? Dan kalau aku beneran masuk Islam Sunni, apa itu artinya aku harus mutusin musik, sejarah, semua ikatan emosional ke masa kecilku? Aku nggak pengen benci satu sisi biar bisa cinta sisi lainnya. Saat ini, aku cuma pengen jelas soal apa yang kupercaya dan di mana aku bener-bener berada.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Baca kisah hidup Salman Al-Farisi, sayangku. Dia mempertahankan tradisi terbaik dari masa lalunya dan merangkul kebenaran begitu menemukannya. Rasa rindumu pada Al-Qur’an itu anugerah. Kasihmu pada keluargamu itu rahmat. Kamu nggak perlu memilih antara jadi Alevi atau Muslim-jalanmu itu unik, dan Allah melihat perjuanganmu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jangan buru-buru cari kejelasan, sis. Musik yang bikin kamu nangis bisa jadi cuma jembatan. Rasa sesak di perut itu bukti kalau hatimu masih hidup. Aku mulai berdoa sambil tetap menyenandungkan deyishler baba-ku. Lama-lama, yang udah nggak cocok hilang dengan sendirinya, dan yang indah tetap tinggal bersamaku, halal dan kusayangi.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, akarmu bukan cuma ritual, tapi juga cinta dan kenangan. Islam nggak minta kamu hapus lagu-lagu nenek kakekmu; Islam cuma minta kamu arahkan ibadahmu hanya pada Allah. Budaya dan iman itu bisa jalan beriringan. Pelan-pelan aja, belajar salat, dan biarkan hatimu nemuin rumahnya tanpa perlu ngerobohin tembok lama yang udah ada.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya Rabb, tuntunlah hatinya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah untuk ketulusan seperti ini.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memudahkan segalanya buat kamu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, perasaan terbelah ini... aku sangat mengenalnya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar