Diterjemahkan otomatis

aku pikir konsistensi itu berarti melakukan lebih banyak, tapi sebenarnya itu malah membuatku hancur

assalamu alaykum - dulu saya percaya bahwa menjadi seorang muslim yang baik berarti harus selalu melakukan lebih: lebih banyak membaca, lebih banyak menghafal, tujuan yang lebih ketat, lebih banyak tekanan. setiap kali saya ketinggalan, saya merasa bersalah. jika saya melewatkan satu hari, saya merasa gagal. perlahan-lahan, tanpa saya sadari, saya mulai menghindari al-qur'an karena itu mengingatkan saya pada ketidak konsistenan saya. ada kalanya saya membuka al-qur'an, melihat halaman, dan hanya merasakan rasa malu. di lain waktu, saya bahkan tidak membukanya sama sekali dan menghabiskan seluruh hari merasa jauh dari Allah. saya bilang pada diri sendiri bahwa saya akan kembali saat saya lebih kuat, lebih disiplin, lebih layak. momen itu nggak pernah tiba. yang paling menyakitkan adalah merasa seolah-olah saya mengecewakan Allah meskipun saya sangat ingin dekat dengan-Nya. saya sudah kehabisan tenaga, emosionalnya lelah, dan merasa kewalahan dengan hidup, tapi saya terus menambah beban spiritual. rasanya seperti saya harus memilih antara kedamaian dan usaha, dan saya gagal di keduanya. saya nggak tahu persis kapan semuanya berubah, tapi akhirnya saya sadar bahwa memaksa diri saya sendiri justru membuat saya semakin jauh - itu menjauhkan saya. saya butuh pendekatan yang lebih lembut, sesuatu yang tidak membuat saya merasa selalu tertinggal atau selalu salah. saya masih mencoba memahaminya. saya masih tidak konsisten. beberapa hari iman saya terasa sepi. tapi saya belajar bahwa tampil dalam cara-cara kecil yang tulus lebih berarti daripada mengejar versi diri saya yang ideal dan tidak realistis. mungkin kedekatan dengan Allah tidak selalu datang dari intensitas. kadang-kadang, ia datang melalui kelembutan, kesabaran, dan memaafkan diri sendiri cukup untuk memulai lagi tanpa hukuman. saya masih belajar untuk melakukan itu.

+322

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

ini persis perjuangan saya. mencoba mengganti rasa malu dengan kasih sayang - masih dalam proses, tapi hari-hari yang lebih baik akan datang.

+6
Diterjemahkan otomatis

Aku sampai nangis baca ini. Aku udah keras banget sama diri sendiri bertahun-tahun. Fokus pada momen-momen kecil yang tulus ternyata lebih membantu dibanding rencana-rencana besar.

+3
Diterjemahkan otomatis

terima kasih sudah mengungkapkan ini dengan suara keras. tekanan juga membuatku menghindari ibadah. kelembutan terkadang terasa revolusioner.

+4
Diterjemahkan otomatis

cuma mau bilang aku bisa memahami. memaafkan diriku sendiri membuatnya lebih mudah untuk membuka quran lagi. satu halaman sekaligus.

+4
Diterjemahkan otomatis

Wallah, sama. Langkah kecil yang konsisten terasa jauh lebih ramah daripada pendekatan semua atau tidak sama sekali. Semoga kita menemukan kemudahan, saudari.

+8
Diterjemahkan otomatis

suka banget perspektif ini. konsistensi itu bukan berarti hukuman - tapi tentang hadir, meskipun nggak sempurna. terus bagikan perjalananmu ❤️

+9
Diterjemahkan otomatis

ini bikin aku merasa banget. udah pernah merasain - perasaan bersalah yang bikin aku menjauh lebih dari apapun. berdoa supaya bisa sabar untuk mencoba cara yang lebih lembut ♥️

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar