Cara Membantu Saudaraku Menyambung Kembali dengan Iman Setelah Kehilangan Teman
Assalamu alaykum, Tahun lalu seorang anak dari sekolah adik saya tenggelam. Saat itu adik saya bilang dia nggak terlalu mengenalnya dan keliatan terguncang tapi sepertinya dia bisa melewatinya. Kami mendukungnya dan pikir dia sudah sembuh. Tadi malam dia bilang yang sebenarnya: dia ternyata adalah teman dekat anak itu, dan tiga hari sebelum kecelakaan mereka berantem. Mereka nggak benar-benar minta maaf, meskipun keesokan harinya mereka bersama-sama dan bersikap seolah nggak ada yang salah. Sekarang adik saya merasa bersalah banget karena dia bilang hal-hal yang nggak dia maksud dan nggak yakin dia sudah dimaafkan. Ini berdampak pada iman dia - dia nggak bisa mengerti kenapa Allah Subhanahu wa Ta'ala membiarkan seseorang yang begitu muda dan baik meninggal dengan cara yang begitu menyakitkan. Dia tahu tentang qadr dan bahwa hidup ini adalah ujian, tapi itu nggak menghiburnya. Dulu dia sering shalat dan tahajjud, sekarang dia cuma shalat Jummah sama ayah kami. Saya mencari saran praktis untuk menghiburnya dan membantu dia membangun kembali iman-nya. Gimana ya saya bisa mengingatkan dia tentang rahmat Allah dan realitas qadr dengan lembut tanpa meremehkan rasa sakitnya? Ada saran untuk hal-hal yang bisa dia lakukan - du'a, ayat atau hadits tertentu untuk direnungkan, langkah kecil untuk kembali shalat biasa, atau cara untuk mencari pengampunan dan menemukan kedamaian - itu bakal sangat dihargai. Juga, saran tentang bagaimana saya bisa mendukung dia sehari-hari akan sangat membantu: apa yang harus saya katakan, kapan perlu memberi ruang, dan bagaimana mendorongnya kembali ke kebiasaan baik dengan cara yang penuh kasih. JazakAllahu khairan atas bantuan apapun.