Bagaimana cara kerja Istikhara? Apa tanda-tanda yang harus saya perhatikan?
Assalamu alaikum semuanya. Sudah lebih dari dua tahun sejak saya bilang ke ibu saya kalau saya mau pindah. Sebenernya, saya nggak bisa tidur atau konsentrasi di kamar karena teriakan ayah yang terkait PTSD-nya jam 4 pagi bikin semuanya nggak bisa ditolerir, dan saya bener-bener depresi. Ini sekitar akhir 2022 atau awal 2023. Ibu saya bilang kalau kita nggak beli rumah sebelum tahun depan, saya bisa “lakuin apa aja yang saya mau,” dan SubhanAllah, nggak lama setelah itu mereka menempatkan saya di bawah, di garasi yang diubah jadi kamar (itu yang dilakukan pemilik rumah). Saya sudah berdoa istikhara tentang pindah. Lalu muncul masalah dengan kakak saya soal pekerjaan rumah selama Ramadan 2025. Kami bertengkar karena kakak saya belum bekerja dan nggak bantu, sementara saudari-saudari (yang kerja penuh waktu) melakukan sebagian besar pekerjaan rumah. Saya pikir buat pindah lagi, tapi tertunda karena kakak saya (yang lahir tahun 139-maaf-usia 39) janji bakal beli rumah baru dan bilang kakak saya nggak akan lama tinggal; dia mungkin akan menikah lagi atau kembali ke Irak. Kami kemudian kehilangan tabungan di investasi yang dibuat kakak saya, jadi beli rumah sekarang ini nggak mungkin. Belakangan, kakak itu bilang dia bakal dapet pinjaman besar dari seseorang di negara kita, dan itu bakal bikin kita bisa kasih uang muka besar untuk rumah di mana cuma ada kakak (30) dan saya yang tinggal. Saya terus bertanya-tanya: apa penundaan dan kesulitan ini dari Allah (SWT) memberitahu saya sesuatu, atau ujian sabar saya? Saya sudah berdoa istikhara beberapa kali tahun ini. Apakah saya melakukan istikhara dengan salah? Tanda-tanda apa yang seharusnya saya cari, dan bagaimana saya tahu jika pindah itu pilihan terbaik menurut petunjuk Allah? Any advice tentang bagaimana melanjutkan berdoa, membaca tanda-tanda, dan memutuskan cara yang sesuai dengan petunjuk Islam akan sangat dihargai. JazākAllāhu khayr.