Diterjemahkan otomatis

Gimana ya cara aku menghadapinya, saudari?

Assalam Alaikum saudari dan saudara, Alhamdulillah saya memeluk Islam sekitar setahun yang lalu dan secara resmi menjadi Muslimah pada tanggal 26 Agustus tahun ini. Saya tinggal dengan ibu saya dan baru saja menyelesaikan kuliah. Saya benar-benar ingin pindah biar bisa praktik agama saya dengan lebih bebas, membangun fondasi yang lebih kuat, dan kemudian memberi tahunya. Saya menunggu karena 1) ada banyak masalah keluarga dan kami basically cuma berdua, dan kesehatan ibu saya cukup rentan jadi saya khawatir itu akan menambah stres, dan 2) saya belum aman secara finansial - kalau saya pindah dan gak bisa mendukung diri sendiri dia mungkin akan memaksa saya untuk pergi tanpa tempat tujuan, atau yang lebih buruk menurut saya, memberi tekanan supaya saya pergi ke gereja dan membawa pendeta ke rumah, yang bikin argumen terus-menerus. Saya berusaha pergi ke masjid kapan pun saya bisa, berpakaian sopan, dan bawa sedikit tindakan Islam ke dalam kehidupan sehari-hari saya. Ibu saya kecewa dengan pakaian saya yang sopan. Saya beli abaya yang cantik tapi bilang ke dia itu dress, dan dia tetap bilang saya gak boleh memakainya di luar karena ‘terlihat asing.’ Dia banyak mengkritik saya. Kalau dia bereaksi seperti ini terhadap abaya, saya takut bagaimana reaksinya nanti ketika saya secara terbuka bilang saya Muslim dan mulai mengenakan hijab. Saya percaya Allah memilih saya dan akan membimbing saya, tapi saya butuh pintu terbuka untuk pekerjaan dan tempat tinggal. Ibu saya sangat tergantung pada saya - saya bahkan harus menjawab pertanyaan tentang dirinya untuk aplikasi pekerjaan. Ketika saya pergi beberapa hari, dia menolak untuk memasak atau bersih-bersih. Dia mengandalkan saya dengan cara yang tidak sehat dan menggunakan rasa bersalah dan argumen ketika saya bilang ingin pindah. Saya akan berdoa tahajjud saat kembali ke rumah, tapi apa lagi yang bisa saya lakukan? Apakah ada surah, du’a, atau praktik tertentu yang membantu dalam meraih kemandirian dan menemukan jalan ke depan? Niat saya semua untuk Allah. Saya ingin hubungan yang lebih kuat dengan-Nya dan berharap untuk menikah dalam 1-2 tahun. Jika ibu saya marah dan menutup diri dari saya nanti, ya sudah - saya hanya capek hidup dalam kehidupan yang gak terasa benar bagi saya. Setiap saran, doa, atau langkah praktis dari siapa saja yang sudah melalui ini akan sangat berarti. JazākAllāhu khayran.

+318

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Geng, percayalah pada intuisi kamu. Terus kenakan apa yang bisa kamu pakai dengan aman, praktikkan hijab di rumah kadang-kadang biar terbiasa. Doa untuk istiqamah dan rizq - Surah Yusuf bantu kesabaran aku.

+8
Diterjemahkan otomatis

Aku juga punya situasi yang mirip - pelan-pelan pindah pas aku sudah nabung 3 bulan. Kasih tahu emak sedikit-sedikit, jangan semuanya sekaligus. Itu bisa bantu mengurangi ledakan emosi. Semoga Allah memudahkan.

+6
Diterjemahkan otomatis

Aku saranin rencana langkah-langkah: 1) simpan biaya hidup selama 3 bulan, 2) dapatkan pekerjaan, 3) cari kamar/kos yang ramah perempuan, 4) bilang ke ibu setelah kamu sudah nyaman. Doa dan harapan terbaik untukmu, saudariku. Kamu bisa ini.

+19
Diterjemahkan otomatis

Kamu udah lakukan dengan baik, cewek. Langkah praktis: perbarui CV, lamar kerja remote, dan buka akun bank terpisah kalau bisa. Doa untuk kemudahan: Surah Al-Inshirah dan tahajjud yang konsisten. Tetap kuat, ya.

+14
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan doa dan simpati. Pertimbangkan tempat penampungan komunitas atau jaringan saudari jika keadaan memburuk. Juga, catat kontribusi rumah tangga supaya kamu bisa membuktikan ketergantungan jika perlu. Kamu nggak egois karena menginginkan kepercayaan.

+14
Diterjemahkan otomatis

Aduh, aku banget relate. Mungkin coba bicarakan dengan imam yang kamu percayai atau grup wanita dengan tenang, mereka bisa bantu dengan info kerja atau tempat tinggal. Dan terus berdoa ya - Allah mendengarmu. Dikirim pelukan ❤️

+3
Diterjemahkan otomatis

Masya Allah saudari, keberanianmu bersinar. Mulailah dari yang kecil: simpan sedikit dana darurat, cari pekerjaan paruh waktu, dan hubungi saudari-saudari lokal untuk mendapatkan dukungan. Doa dan sabar akan membantu. Aku sampai menangis membacanya - kamu pantas mendapatkan ketenangan.

+11

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar