Bagaimana saya menghadapi rasa malu budaya sebagai wanita Arab Muslim?
As-salamu alaykum. Aku adalah seorang wanita Arab Muslim yang sedang kuliah, dan belakangan ini aku merasa seakan tenggelam dalam rasa malu yang terus aku timpa pada diriku sendiri. Keluargaku sangat ketat, tapi ayahku mempercayaiku cukup untuk membiarkanku kuliah jauh. Aku telah membuat kesalahan dan ketika aku benar-benar memikirkan mengapa aku merasa begitu malu, banyak yang berasal dari stigma budaya dan rasa bersalah karena telah mengecewakan kepercayaan ayahku. Aku merasa sedih karena sepertinya aku menegaskan ketakutan beberapa pria tentang wanita di perguruan tinggi, meskipun tidak ada yang benar-benar tahu apa yang telah aku lakukan. Aku tahu kita seharusnya lebih takut kepada Allah dan bukan kepada orang, tapi kekhawatiran ini tidak mau pergi. Aku dibesarkan lebih oleh budaya daripada praktik agama, dan meskipun ayahku mungkin tidak akan pernah tahu, sakit rasanya mengecewakannya. Dia sudah begitu baik padaku dan aku sangat mencintainya. Aku tidak tahu bagaimana cara hidup dengan beban itu. Aku juga khawatir bahwa meskipun aku bertobat dan berusaha mendekat kepada Allah, perasaan ini mungkin akan bertahan dan hatiku akan terus merasa berat. Aku nggak punya semua jawaban, tapi mungkin bisa coba langkah kecil: kembali kepada Allah dengan tulus lewat tawbah, atur cara yang realistis untuk memperbaiki tindakanmu, dan bangun kembali kepercayaan pada dirimu lewat perbuatan baik yang konsisten. Minta dukungan dari saudari yang dipercaya, anggota keluarga yang bijaksana, atau imam yang penuh kasih yang mengerti kehidupan kampus. Luangkan waktu untuk shalat, dhikr, dan membaca Qur'an untuk menenangkan hatimu. Ingat, rahmat Allah itu luas - tobat yang sebenar-benarnya bisa membersihkan semuanya - dan coba untuk memaafkan dirimu sendiri saat kamu berusaha untuk jadi lebih baik. Kamu tidak harus menanggung ini sendirian; bagikan bebanmu dengan seseorang yang kamu percayai dan ambil satu langkah pada satu waktu.