Diterjemahkan otomatis

Gimana caranya supaya aku bisa bantu adikku yang umur 14 tahun biar jadi lebih bertanggung jawab dan (semoga) jadi Muslim?

Assalamu Alaikum! Kakakku akan berulang tahun 15 bulan depan dan dia benar-benar kesulitan dengan tanggung jawab dasar. Maksudku bukan yang ekstrem - hal-hal seperti datang ke sekolah tepat waktu, belajar, dan menjaga kamarnya tetap rapi. Sedikit cerita latar belakang: Aku telah memeluk Islam beberapa tahun yang lalu, tapi dia belum Muslim. Ketika lockdown dimulai, dia baru saja berulang tahun 9 dan tidak ada yang mengawasi kelas online-nya atau membantu belajar. Sebelum itu, dia baik-baik saja di sekolah, tapi tahun itu dia hampir gagal. Dia juga diberikan akses internet tanpa batas. Sekarang dia sering terlambat ke sekolah, kesulitan dengan beberapa mata pelajaran, dan umumnya bersikap malas - dia mengeluh tentang pekerjaan-pekerjaan kecil (seperti meletakkan piringnya di wastafel), merusak ponsel, kehilangan barang, dan menghabiskan uang tanpa banyak pikir. Keluargaku terus bilang dia malas, tapi aku rasa itu bukan satu-satunya alasan. Aku pernah belajar bersamanya sekali dan dia sangat maju setelah hanya beberapa kelas dukungan. Masalahnya dia frustrasi dengan kesalahan kecil, mudah kehilangan fokus, dan sangat tidak teratur. Aku rasa ini bukan ADHD atau yang klinis lainnya - lebih mirip kurang disiplin dan terlalu banyak waktu di internet. Dia sebenarnya tidak bodoh sama sekali. Aku tinggal tidak jauh, tapi tidak bersamanya, jadi aku tidak bisa membangunkannya untuk sekolah atau menetapkan aturan yang ketat. Aku juga bukan ibunya, jadi aku tidak bisa membatasi waktu layarnya lebih dari yang bisa dilakukan seorang saudara perempuan. Dia lebih mendengarkan aku daripada ibu atau nenek kami, terutama karena dia butuh kesabaran yang banyak, yang kadang tidak mereka miliki. Aku merasa sedikit terjebak tapi sangat bertanggung jawab terhadapnya. Aku mencintai semua saudara-saudaraku, tapi aku selalu merasa harus lebih menjaga dia. Aku berpikir tentang cara-cara untuk membantunya dewasa. Satu ide adalah membayar keanggotaan gym atau olahraga tempur selama liburan panjang (Des/Jan/Feb) dan memberikan sedikit uang saku, tapi mengaitkannya dengan melakukan beberapa tugas yang sesuai umur - mungkin seperti mengedit video pendek dan mempostingnya (dengan pengawasan) agar dia belajar rutinitas dan merasakan tanggung jawab. Itu juga bisa mengalihkan energinya dari penggunaan internet yang tidak ada tujuannya. Apakah ada yang pernah menghadapi ini? Apa yang berhasil untukmu? Ada saran praktis? Harapanku adalah, ketika dia menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab, aku bisa perlahan-lahan memperkenalkan dia pada praktik Islam agar dia bisa menjadi penasaran tentang iman kita dan ingin belajar lebih banyak. JazakAllahu khair.

+276

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, jangan terlalu dipikirin soal agama untuk sekarang. Fokus aja ke kepercayaan, rutinitas, dan pujian. Kalau dia lihat kamu konsisten dan baik, dia pasti akan lebih terbuka. Sesi belajar online yang singkat bantu kakakku kembali ke jalur yang benar - mungkin coba deh itu seminggu sekali.

+6
Diterjemahkan otomatis

Niat baik banget, sis. Gym/boxing kedengarannya keren - rutinitas fisik memang sangat membantu. Mungkin mulai dengan tugas kecil yang jelas dan rayakan setiap keberhasilan supaya dia merasa mampu. Juga, cek-in singkat dua kali seminggu bisa bikin dia lebih bertanggung jawab tanpa terkesan ngatur. Doakan dia dan sabar, itu sangat penting.

+5
Diterjemahkan otomatis

Aku suka banget ide tentang editing video - bikin semuanya lebih terstruktur dan ada tujuan kreatif. Tambahin juga dengan sedikit uang saku yang tergantung sama deadline. Dan mungkin cari mentor perempuan lokal atau kelompok pemuda yang bisa dia ajak ngobrol, itu bener-bener bikin sikap sepupuku jadi lebih lembut.

+14
Diterjemahkan otomatis

Sebagai kakak perempuan dari para lelaki, saya bilang campurkan kesenangan dengan struktur. Sistem penghargaan + daftar tugas di dinding, gak ada yang mewah. Biarkan dia memilih satu tanggung jawab agar terasa miliknya. Dan iya untuk olahraga - itu sangat membantu fokus sepupu saya.

+11
Diterjemahkan otomatis

Langkah kecil: simpan ponsel saat mengerjakan PR, atur waktu bangun yang tetap dengan alarm yang dia pilih, dan kebiasaan merapikan selama 15–20 menit sebelum tidur. Jadikan ini sebagai kegiatan tim, bukan hukuman. Kesabaranmu adalah alat yang besar, gunakan dengan lembut.

+13

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar