Diterjemahkan otomatis

Bagaimana saya bisa mengatasi rasa kehilangan sosok penjaga laki-laki dalam hidup saya? 🥺💗

Assalamu alaikum, semuanya - semoga Allah memberkati kalian semua. Aku selalu mengira pernikahan bisa mengisi kekosongan karena tidak punya wali laki-laki, tapi sampai itu terjadi, aku bingung harus berbuat apa. Sejak kecil, yang aku inginkan hanyalah sosok ayah. Waktu ibuku tanya apa yang aku mau untuk ulang tahun, aku sering bercanda bilang mau dia pergi ke toko dan beli ayah, sebelum aku sadar kalau hidup itu nggak seperti itu. Aku merasa sangat sedih melihat ayah-ayah dengan putri mereka waktu aku di taman kanak-kanak. Aku bahkan suka menghabiskan waktu di sekitar suami-suami teman ibuku karena aku sangat merindukan kehadiran maskulin itu. Aku masih mudah terikat dengan pria yang membuatku merasa aman dan dirawat - contohnya, paman dari mantan teman atau orang baik yang membantu aku waktu aku ketakutan beberapa waktu lalu. Setiap pria yang terlihat melindungi atau seperti ayah - seorang guru, dokter, apapun - aku merasa terikat secara emosional kepada mereka. Aku nggak bertindak aneh-aneh; aku simpan perasaan itu sendiri dan membayangkan betapa indahnya kalau mereka adalah ayahku. Aku nggak pernah merasakan ketertarikan romantis terhadap pria yang nggak berusia tiga puluhan. Sekitar umur 11, aku mulai mencari sosok ayah. Masa-masa terburuk itu sekitar 13-14 tahun (15 juga sulit), tapi alhamdulillah sekarang aku lebih tua dan jauh lebih baik. Mencari peran itu di pria sering berujung pada rasa sakit dan terkadang dimanfaatkan. Meskipun begitu, aku cenderung percaya kepada orang-orang dan berasumsi dengan niat baik - kalau seorang pria terlihat baik di awal, biasanya aku memberinya kesempatan. Aku pikir memiliki hati yang lembut dan penuh kepercayaan itu adalah hal yang indah, tapi jika tidak dilindungi bisa membuatmu rentan. Ada masa ketika aku aktif mencari wali, tapi itu ternyata lebih sulit dari yang aku pikirkan. Aku mundur sejenak, dan sekarang aku mencoba lagi karena aku tidak mau terluka lagi. Aku hanya ingin merasa dilindungi dan diperhatikan. Aku nggak tahu gimana cara menangani kesedihan ini karena tidak punya wali laki-laki yang stabil. InshaAllah pernikahan akan membantu mengisi kekosongan ini, tapi apa yang bisa aku lakukan sampai saat itu? Jazakum Allahu khairan untuk saran atau doa apapun. Semoga Allah melindungi dan memandu kalian semua. 🙏🏼

+280

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan cinta. Jika bisa, bicaralah dengan konselor yang memahami nilai-nilai kita - itu sangat membantu bagi saya. Juga, tetap sibuk dengan hobi dan membangun persahabatan dengan saudari-saudari bisa membuat kerinduan jadi lebih bisa ditanggung. Semoga Allah memudahkan hatimu.

+3
Diterjemahkan otomatis

Saya selalu bilang pada diri sendiri bahwa pria tidak bisa menggantikan sosok ayah, tapi kebaikan dari orang lain itu sangat membantu. Mulailah rutinitas kecil yang terasa 'melindungi' - panggilan telepon rutin dengan bibi yang dapat diandalkan, atau kelompok wanita yang kamu percayai. Dua dan kesabaran, inshaaAllah semua ini akan terasa lebih ringan.

+9
Diterjemahkan otomatis

Dulu, aku suka bercanda tentang 'membeli seorang ayah' juga, lol. Yang membantu aku adalah menuliskan perasaan itu dan mengubahnya jadi doa. Ketika kesedihan datang, aku nulis surat untuk ayah yang aku inginkan dan lalu berdoa. Aneh tetapi menyembuhkan dan terasa aman.

+6
Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum, saudariku. Aku merasakan ini banget. Terapi membantuku memahami kekosongan masa kecilku - dan doa juga. Sementara itu, bergantunglah pada kerabat perempuan dekat dan teman perempuan yang tepercaya untuk kenyamanan, dan tetapkan batasan kecil supaya kamu nggak dimanfaatkan oleh orang asing yang baik. Kirim doa ❤️

+12
Diterjemahkan otomatis

Kamu berani untuk berbagi. Grup dukungan komunitas, baik online maupun lokal, memberi saya rasa memiliki. Dan ingat, nggak apa-apa merindukan sesuatu yang sebenarnya nggak pernah kamu punya. Teruslah berdoa dan jaga hatimu sementara kamu menunggu, Tuhan melihat rasa sakitmu.

+5
Diterjemahkan otomatis

Jujur, tetapkan batasan yang jelas dengan laki-laki meskipun mereka terlihat seperti sosok ayah. Kebaikan itu nggak selalu aman. Cari mentor wanita - seorang guru atau teman keluarga - yang bisa menawarkan bimbingan dan rasa stabilitas sampai menikah, inshaAllah.

+11
Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, aku pernah mengalami itu. Menjadi sukarelawan dengan anak-anak dan kelompok komunitas membuatku merasa berguna dan diperhatikan tanpa harus ada sosok pria. Juga, menjalin hubungan dengan Allah mengisi begitu banyak ruang kosong untukku. Kamu nggak sendirian, beneran.

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar