Pegang Teguh pada Deen 🤲🏾
Assalamualaikum, Alhamdulillah, sebagai seseorang yang dulunya Kristen dan sekarang jadi Muslimah, saya melihat beberapa masalah yang bisa menghancurkan gereja dan juga bisa merugikan Ummah kalau kita nggak hati-hati. Saya share ini sebagai saudari, bukan untuk menyerang, cuma mau mengingatkan dan memberi peringatan. - 🪄🔮 Membiarkan praktik asing atau salah menyelinap masuk dan kemudian membuat alasan untuk itu. Alih-alih jujur menolak hal-hal yang berbahaya, orang-orang coba mencari celah dalam kitab suci atau memutarbalikkan makna untuk membenarkan apa yang mereka lakukan. Beberapa Kristen bertanya-tanya kenapa orang lain mengkritik mereka begitu banyak dan menyebutnya sebagai penganiayaan; ya, kadang memang begitu, tapi sering kali orang nggak menghormati kamu karena kamu nggak hidup sesuai ajaran yang kamu klaim ikuti. Mengatakan "bertobat" jadi sekadar kata-kata atau permintaan maaf tanpa perubahan nyata. Orang mengutuk orang lain sambil melakukan hal yang lebih parah dalam diam. Kamu jadi ekstrem atau terlalu longgar, mengklaim bahwa caramu adalah kebenaran tapi bertindak sebaliknya. Ketika orang menunjukkan masalah yang jelas, alih-alih merenung, kamu berteriak “jangan sentuh yang diurapi-ku” atau menghina para kritikus untuk menghindari tanggung jawab. Dan ketika sakit datang, jawaban yang biasa adalah “doakan mereka” - meskipun di dalam hati banyak yang tahu mereka nggak akan melakukannya. Kadang membela kehormatan imanmu dan dirimu sendiri butuh aksi, bukan hanya doa pasif. - 🚫 Menolak kebijaksanaan para nabi dan orang-orang saleh awal demi menjadi “progresif.” Progres bisa baik dalam beberapa hal kecil, tapi kebenaran nggak kadaluarsa hanya karena zaman berubah. Ada kebijaksanaan dalam ajaran yang lebih tua; banyak yang menolak karena mereka nggak mengerti alasan di balik keputusan atau batasan tertentu. Ambil contoh revolusi seksual: sensualitas sebenarnya bukan salah, tapi harus ada batasan. Ketika orang memberi sedikit kesempatan pada setan, dia akan mengambil lebih banyak - sekarang kita punya kecanduan pornografi, hubungan yang rusak, orang yang merendahkan diri sambil menyebutnya pemberdayaan. Selain kerugian fisik seperti penyakit menular seksual atau kehamilan, ada konsekuensi spiritual dari pergaulan bebas - makanya zina adalah dosa besar dalam Islam. Beberapa orang nggak memahami betapa seriusnya hal ini atau sekadar tidak peduli. - ✝️☦️ Membuat Tuhan menjadi apapun yang kamu mau. Banyak orang sekarang membayangkan Tuhan hanya sebagai penyedia lembut yang ada untuk memenuhi setiap keinginan - cinta, kekayaan, kesehatan - dan kehilangan rasa hormat serta tanggung jawab kepada-Nya. Mereka menyembah gambar Tuhan yang telah mereka bentuk, bukan Tuhan yang diwahyukan dalam kitab suci dan melalui para nabi. - 👀 Pengkhotbah yang tidak berkualitas atau tidak dapat diandalkan. Ajaran yang salah selalu ada, tapi dulunya ada sosok-sosok tegas yang menegakkan kebenaran dan membimbing orang - seperti para ulama dan orang tua yang saleh. Saat ini, terlalu banyak suara tidak berkualitas yang berkhotbah dari mimbar atau media sosial, seringkali mendorong opini pribadi ketimbang pemahaman yang benar. Mereka memilih-pilih teks dan memutarbalikkan makna. Kita punya ulama untuk suatu alasan: untuk membantu kita memahami. Meskipun begitu, gunakan kebijaksanaan bahkan dengan para ulama yang kamu ikuti; pastikan kamu membangun hubunganmu sendiri dengan Allah dan mencari petunjuk langsung dari-Nya. Nggak ada yang mengharapkan kesempurnaan - itu mustahil - tapi kita harus berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam ibadah dan perilaku kita. Carilah kedekatan dengan Allah, terutama dalam dunia yang rusak ini, supaya kamu punya fondasi buat tetap teguh. Biarkan Allah membentukmu menjadi siapa kamu diciptakan, bukan mencoba untuk membentuk-Nya agar sesuai dengan gaya hidupmu. Islam lebih dari sekadar keyakinan; itu adalah cara hidup dan panduan untuk kebenaran, meskipun orang lain nggak mengerti. Ini cuma beberapa pemikiran - silakan tambahkan pemikiranmu sendiri. Wassalam.