Dilema haji - merasa tertekan dan kewalahan
Assalamu alaykum, saya lagi di posisi yang sangat sulit. Saya nggak bisa secara fisik pergi Haji tahun ini - saya punya kondisi medis yang bikin terbang dan ada di kerumunan besar itu berbahaya bagi saya - tapi keluarga saya ngerasa tekanan buat saya pergi meski saya nggak setuju. Mereka udah ngancam mau memutuskan hubungan sama saya dan ninggalin saya tanpa rumah kalau saya menolak, dan mereka nggak mau dengerin pendapat dari ulama atau saran lain. Sekarang ini, sama sekali nggak ada alternatif yang aman buat saya. Saya udah baca kalau seharusnya nggak pergi Haji kalau kita sakit atau nggak mampu, dan saya paham dengan ketentuan tersebut, tapi saat keluarga sendiri memaksa, saya harus kemana? Kadang saya merasa ditinggalin sama Allah karena saya nggak lihat jalan keluarnya dan saya ketakutan dipaksa untuk melakukan sesuatu yang akan membahayakan saya dan mengganggu sekolah dan kerja saya. Saya tahu beberapa orang bilang tentang berkahnya meninggal di Haji, tapi pemikiran itu malah bikin saya jadi lebih cemas, bukan merasa tenang. Situasi ini udah bikin saya goyang banget sampai saya bahkan berhenti sholat secara rutin - dulu saya sholat lima kali sehari dan sekarang saya kesulitan. Saya capek, bingung, dan kesel. Saya nggak mau nggak menghormati keluarga, tapi saya juga nggak mau ambil risiko kesehatan saya atau merusak studi dan pekerjaan saya. Kalau ada yang punya saran dari perspektif Islam tentang cara mengatasi tekanan keluarga seperti ini, apalagi ketika kesehatan dan kewajiban di rumah jadi taruhan, saya bakalan sangat menghargai mendengarnya. Jazakum Allah khair.