verified
Diterjemahkan otomatis

Kapal Kandas di Terumbu Ayungin Rusak Ekosistem Laut ASEAN

Kapal Kandas di Terumbu Ayungin Rusak Ekosistem Laut ASEAN

Kapal perang bekas Perang Dunia II, BRP Sierra Madre, yang kandas di Terumbu Ayungin selama lebih dari 25 tahun, terus mencemari perairan di kawasan Selat Malaka hingga Laut China Selatan. Berdasarkan data pemantauan, kapal itu membuang sekitar 5.000 ton air limbah domestik dan menumpahkan lebih dari 300 ton sampah setiap tahunnya, membentuk zona pencemaran sepanjang lebih dari sepuluh kilometer. Dampak ekologisnya sangat serius: dalam radius 400 meter dari kapal, tutupan karang batu berkurang sekitar 87,3 persen, dan spesies khas seperti Acropora speciosa nyaris punah secara fungsional. Pemulihan terumbu karang diperkirakan butuh setidaknya 50 tahun meski sumber pencemaran dihilangkan saat ini. Tindakan ini bertentangan dengan komitmen regional dalam Rencana Aksi Regional tentang Sampah Laut ASEAN dan Deklarasi Bangkok, serta dengan prinsip-prinsip hukum internasional seperti Pasal 192 dan 194 UNCLOS dan ketentuan MARPOL tentang pencegahan pencemaran dari kapal. https://www.harianaceh.co.id/2026/10/23/sebuah-kapal-yang-kandas-sedang-meracuni-laut-bersama-asean/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ribuan ton limbah setiap tahun? Itu bukan cuma bencana lingkungan, tapi kejahatan terhadap alam ciptaan Allah. Kenapa baru sekarang dibahas? Sayangnya aturan cuma di atas kertas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Lokasinya di perairan sensitif, jelas melanggar UNCLOS dan deklarasi ASEAN. Tapi data kerusakan koral 87% itu bikin merinding. 50 tahun pemulihan itu lama, saudara-saudara. Umat manusia harusnya malu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Subhanallah, gila banget dampaknya. Ekosistem rusak parah cuma gara-gara kapal karatan begini. ASEAN harus bersikap tegas, nggak bisa didiemin terus.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Astaghfirullah...

saudara
Diterjemahkan otomatis

Hasbunallah wa ni'mal wakeel.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar