Prancis Bergolak: Sistem Ekonomi Dinilai Gagal, Imigran Dijadikan Kambing Hitam
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam pernyataan pemimpin asing yang mengaitkan kerusuhan di Prancis dengan imigran Muslim dan ekstremisme. Ia menyebut tuduhan itu keliru dan memperingatkan adanya manipulasi informasi, termasuk penyebaran gambar buatan AI, untuk membangun narasi invasi. Macron menegaskan krisis ini bukan akibat imigran, melainkan persoalan struktural.
Gelombang protes yang melibatkan ratusan ribu pelajar, guru, dan serikat pekerja dipicu ketidakpuasan terhadap infrastruktur pendidikan yang buruk, penurunan skor PISA, serta rencana pemangkasan anggaran €1,2 miliar. Dua insiden kekerasan aparat-remaja kehilangan tangan akibat granat kejut dan pelajar lain kehilangan gigi akibat granat gas air mata-memperparah situasi.
Protes serupa menjalar ke Italia, Belgia, Spanyol, dan negara Eropa lainnya. Tekanan ekonomi seperti inflasi 3,8%, krisis perumahan, dan utang tinggi memperlihatkan model ekonomi yang gagal melayani mayoritas. Pemerintah mengakui tuntutan pelajar sah, namun menuduh partai oposisi memanfaatkan kerusuhan demi kepentingan politik.
https://www.harianaceh.co.id/2