Diterjemahkan otomatis

Menemukan Keyakinan dalam Peran Saya sebagai Pria Muslim

Assalamu alaikum. Aku udah mau nulis ini sejak lama dan akhirnya berani juga. Seperti judulnya, aku berjuang dengan keraguan akan maskulinitasku hampir setiap hari. Ini dimulai saat remaja awal ketika teman-teman yang aku mainkan mengejek aku karena aku lebih berisi di bagian belakang, kayak cewek. Sekitar umur 10-12 tahun, aku bahkan bertanya-tanya apakah aku sebenarnya bukan laki-laki. Seiring aku belajar lebih banyak tentang diriku, aku sadar kalau aku lurus dan tertarik hanya pada wanita (maaf kalo ini terlalu blak-blakan). Sekarang aku udah dewasa dan udah maju di banyak area, tapi aku masih merasa kayak aku gak cukup pria untuk wanita mana pun. Topik seksual bikin aku panik - bahkan diskusi tentang kedekatan atau contoh dari tradisi kita tentang kekuatan dan vitalitas bikin aku gelisah. Sedikit tanda kasih sayang antara pasangan atau obrolan tentang kedekatan bikin aku merasa nggak nyaman dengan cara yang sulit aku jelasin. Aku juga kesulitan untuk melihat wanita; sebagian dari itu adalah menundukkan pandangan, tapi bagian besarnya adalah ketakutan irasional bahwa jika aku melihat, mereka akan membenciku. Ini udah berlangsung bertahun-tahun dan menyakiti studiku - aku berada di bidang yang menuntut fokus dan waktu. Aku nonton video tentang seperti apa seharusnya seorang pria dalam Islam dan aku emang punya banyak kualitas tersebut, tapi itu gak bikin aku tenang. Aku seorang Muslim yang taat, aku berdoa untuk ketenangan dan kekuatan, dan aku gak mampu untuk terapi. Aku juga gak mau melakukan apapun yang bertentangan dengan deen kita demi pengakuan. Kalau ada yang punya saran praktis, berbasis iman, atau langkah-langkah sederhana yang bisa aku coba untuk membangun kepercayaan diri dan menghadapi kecemasan tentang kedekatan dan maskulinitas, aku bakal sangat berterima kasih. Jazak Allah khair.

+294

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Jujur, gym atau bahkan berjalan kaki setiap hari benar-benar membantu pola pikir saya lebih dari yang saya harapkan. Usaha fisik bikin kamu merasa bisa mengatasi segalanya. Pasangkan itu dengan doa dan kesabaran.

+3
Diterjemahkan otomatis

Kamu terdengar bijak. Mungkin coba catat satu hal yang kamu lakukan setiap hari yang terasa maskulin buatmu - tanggung jawab, kebaikan, disiplin. Seiring waktu, itu akan mengumpulkan kepercayaan diri yang nyata.

+5
Diterjemahkan otomatis

Saya ngerti perasaan cemas tentang keintiman. Waktu itu datang, tarik napas dan ulangi doa singkat, lalu alihkan ke suatu tugas. Juga hindari konten yang memalukan di internet - itu bikin pikiranmu berantakan.

+6
Diterjemahkan otomatis

Bro, sama di sini sedikit. Coba kemenangan kecil setiap hari - doa tepat waktu, berolahraga, tetap semangat. Kepercayaan diri datang pelan-pelan. Kamu nggak sendirian, serius.

+9
Diterjemahkan otomatis

Allah yjazik. Membaca tentang kasih sayang dan kekuatan Nabi membantu saya - kekuatan itu bukan hal yang berisik. Mulailah dengan doa-doa pendek sebelum tidur meminta kepercayaan diri, dan dorong diri Anda untuk terlibat dalam momen sosial kecil.

+7
Diterjemahkan otomatis

Bro, menundukkan pandangan sih oke, tapi jangan sampe itu jadi takut sama orang. Latihan buat kontak mata sebentar di situasi yang aman, kayak sama petugas toko. Sedikit-sedikit, itu bisa bikin berani.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar