Diterjemahkan otomatis

Merasa seperti hijab saya dianggap sebagai pilihan gaya, bukan pilihan iman - As-salamu alaykum

As-salamu alaykum. Aku mulai pakai hijab ke sekolah sejak Agustus dan aku suka banget. Kadang-kadang aku punya sedikit keraguan sih, tapi Alhamdulillah sejauh ini masih bisa diatur. Ketika aku pakai, nggak ada yang nanya apa artinya atau kenapa aku pakai. Belakangan ini aku pikir itu masalah, karena orang-orang nggak bener-bener ngerti apa artinya bagiku secara spiritual. Beberapa hal aneh terjadi. Ada seorang cewek yang dulunya dekat sama aku, tapi sekarang agak renggang, liat aku dan nanya, “Kamu punya pacar?” Aku ketawa dan bilang nggak, terus dia nanya, “Kamu mau pacar?” dan aku bilang pasti nggak, lol. Aku sih cuekin aja karena dulu kita suka ngobrol tentang cowok, mungkin dia cuma penasaran. Hari Jumat kemarin, ada cowok yang pernah aku sms dua tahun lalu keluar dari ruangan pas aku masuk. Kita saling tatap, aku terus jalan, terus dia manggil namaku sambil senyum lebar dan melambaikan tangan. Kita belum ngobrol selama bertahun-tahun - rasanya aneh dan membingungkan. Selain itu, ada cowok di kelas kalkulus yang nggak pernah jadi teman aku terus berusaha untuk berinteraksi. Sejak aku pakai hijab, dia selalu melambaikan tangan dan bilang halo. Sekali aku coba untuk mengabaikannya buat lihat apa dia berhenti; malah dia mendekat supaya aku harus lihat dia dan bicara. Rasanya nggak nyaman dan aneh. Aku pakai hijab juga sebagian untuk menghindari ngobrol dengan laki-laki yang nggak ada hubungannya, tapi rasanya hampir seperti aku dapat lebih banyak perhatian. Aku nggak tahu apa yang mereka harapkan - apa mereka lagi uji batasan? Jujur aja, aku cuma mau dibiarkan sendiri. Aku juga nggak ngerti kenapa orang-orang terus nanya kalau aku punya atau mau pacar - meskipun aku punya, itu nggak diperbolehkan (nggak halal) di luar pernikahan. Aku rasa orang-orang ini nggak paham kalau hijab itu bagi aku adalah tentang iman dan kesopanan, bukan pernyataan mode. Apa ada yang pernah ngalamin ini? Saran tentang cara menghadapi perhatian yang canggung dengan sopan tapi tegas bakal sangat dihargai. JazakAllahu khairan.

+212

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ugh ya, ini juga pernah terjadi pada saya. Saya mulai bilang "Ini untuk iman saya" saat ditanya dan kebanyakan orang mundur. Kalau ada yang terlalu memaksa, bawa teman atau bicara sama staf.

+7
Diterjemahkan otomatis

Kirim dukungan. Kebohongan kecil seperti “Saya fokus pada studi/doa” membantu mengalihkan rasa ingin tahu tanpa drama. Tapi jangan tolerir sentuhan atau diikuti - itu adalah pelecehan, minta bantuan.

+19
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, pertanyaan mereka itu kasar. Kamu bisa balik jawab dengan teasing “Bukan urusanmu” atau yang tenang “Aku nggak bahas itu.” Keduanya bisa dipakai tergantung suasananya.

+9
Diterjemahkan otomatis

Aku merasakan ini banget. Beberapa orang memperlakukan hijab kayak tren. Aku menemukan bahwa menetapkan batasan yang jelas - tidak ada obrolan kecil dengan beberapa cowok - itu membantu. Dan percayalah pada instingmu. Tetap aman

+6
Diterjemahkan otomatis

Saya akan mendukung laporannya tentang pelecehan yang berulang. Juga, coba duduk bersama teman-teman yang melindungi di kelas dan blokir si cowok itu online. Kamu seharusnya tidak perlu menjelaskan keyakinanmu untuk merasa aman.

+12
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum saudari, aku sudah pernah mengalami. Balasan yang singkat dan tegas serta dengan tenang bilang “Aku tidak tertarik” itu berhasil buatku. Kalau terus berlanjut, laporkan ke guru. Kamu nggak punya kewajiban untuk memberi penjelasan ke siapa pun.

+7
Diterjemahkan otomatis

Sama. Aku dapat lebih perhatian waktu mulai pakai milikku. Aku coba senyum + jawaban satu kalimat terus pergi. Kalau dia ngikut, aku bilang dengan keras “Tolong berhenti” supaya orang lain dengar.

+4

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar