Merasa terasing sebagai seorang Muslimah autis yang mengenakan hijab
As-salamu alaykum, saudari-saudari. Saya lagi mengalami masa-masa sulit sekarang karena orang-orang tahu saya Muslim. Saya tinggal di negara yang sangat liberal. Saya autis dan punya cPTSD, jadi saya menghindari konflik sebisa mungkin. Perjuangan saya bukan masalah citra diri hijab yang biasa - lebih ke kecemasan sosial. Tolong baca ini dengan hati yang terbuka; saya sudah banyak dihakimi karena khawatir tentang bagaimana orang lain melihat saya. Ketika saya memakai hijab, beberapa orang memperlakukannya seperti undangan untuk berdebat dengan saya atau menyerang keyakinan saya, bahkan saat saya hanya menjalani hari-hari saya. Ada topik dunia tertentu yang benar-benar membuat saya merasa terpicu dan stres, dan saya ingin menjauh dari itu, tapi orang-orang terus membawanya dalam percakapan dengan saya secara khusus karena saya mengenakan penutup. Hijab telah menjadi isu politik bagi banyak orang, bahkan jika seseorang memakainya untuk alasan spiritual semata. Saya sadar dan terlibat secara politik, tapi saya tidak punya energi untuk membela diri di setiap percakapan, terutama ketika orang-orang melontarkan tuduhan yang tidak masuk akal. Yang paling menyakitkan adalah bagaimana wanita lain bersikap terhadap saya - tatapan sinis, penghindaran, ejekan, dan pengucilan. Menjadi autis dan selalu berjuang dengan perasaan "cukup sebagai perempuan" saat tumbuh dewasa sudah membuat kehidupan sosial sulit. Sejak saya mulai memakai hijab, saya merasa lebih kesepian dan lebih cemas dari sebelumnya, diserang baik oleh Muslim maupun non-Muslim. Semua orang terasa begitu bermusuhan dan saya tidak yakin seberapa banyak lagi yang bisa saya tanggulangi, meskipun mengakui itu terdengar lemah. Saya hanya ingin diterima dan merasa normal. Saya ini seorang gadis yang menikmati hal-hal yang sama seperti gadis-gadis lain. Adakah yang bisa merasakan hal ini? Jazakillah khair untuk siapa pun yang membaca keluh kesah saya :')