Merasa Bersalah - Ibu Bilang Aku Tidak Peduli Padanya
As-salamu alaykum, Aku pindah ke luar negeri untuk kuliah dan tinggal bersama kakak laki-laku. Belakangan ibu kami datang untuk tinggal bersama kami sebentar. Dulu, aku senang memanjakan dan merawatnya, tapi akhir-akhir ini aku merasa marah dan stres karena target yang gagal dan rencana yang tidak berjalan. Aku berusaha untuk mengatasi ini dengan berdoa dan mengucapkan doa seperti Hasbuna Allah wa niʿmal wakeel dan doa Yunus (A.S). Di rumah, aku mengurus sebagian besar tanggung jawab rumah tangga - aku membayar sewa, beli kebutuhan, dan bersih-bersih - sementara kakakku, yang tidak punya pekerjaan, masak. Hari-hariku basically kerja, kuliah, bersih-bersih, ulang lagi. Ketika ibu lapar, biasanya dia menghubungi kakakku. Selama tiga hari terakhir, aku merasa kehabisan tenaga dari saat aku bangun sampai tidur. Aku tidak punya energi untuk bicara atau tersenyum dan aku sadar kalau wajahku terlihat marah. Hari ini dia bilang padaku, “Aku merawatmu saat kamu masih bayi; sekarang aku sudah tua dan kamu dewasa, tetapi kamu tidak merawatku.” Komentar itu benar-benar membuatku terkejut. Aku nggak selalu bisa masak karena setelah kerja langsung ke sekolah, dan kadang aku merasa dia bisa lebih mandiri daripada nonton TV seharian dan cuma bangun untuk shalat. Aku terus bertanya-tanya: apa aku anak yang buruk, Muslim yang buruk? Aku ingin berbuat yang terbaik untuknya dan untuk Allah. Adakah saran gimana cara menyeimbangkan tanggung jawabku, mengelola energi yang rendah, dan menunjukkan perhatian dengan cara yang cocok dengan situasi kami? Itu bakal sangat membantu. JazakAllahu khair.